Kab. Kediri, (jatimsmart.id) – Rumah Aspirasi “Guyub Rukun” yang hal ini dalam naungan DR. Ir. Heru Tjahyono, M.M anggota DPR RI dari Komisi IX Fraksi Golkar 2024-2029 selenggarakan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis(MBG) dengan tema ” Membangun Fondasi Generasi Sehat, Cerdas dan Tangguh” bertempat di cafe Paris Resto Pare Kabupaten Kediri, Minggu, (06/07/2025).
Dihadiri langsung Heru Tjahyono, didampingi Ir. H. Sunardi owner Pare’s Resto serta wakil DPRD Kab. Kediri Drs. Sigit Sosiawan acara ini mendatangkan sekitar 200 tamu undangan yang untuk ikut dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Selain itu juga menghadirkan narasumber yang berkompeten terkait tata cara MBG.
Pada sambutannya Heru Tjahyono banyak menyampaikan pesan kepada tamu undangan yang hadir tentang cara yang baik untuk membesarkan anak supaya target pemerintah untuk meraih generasi emas tercapai. Heru juga menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut sudah yang ke sepuluh kali dilakukannya.
“Saya berpesan jangan sekali kali kasih hand phone kepada anak yang masih SD, jangan berikan makanan instan kepada anak anak lebih baik makanan olahan ibunya sendiri sehingga benar benar hiegenis dan sehat,” pesannya kepada tamu undangan yang hadir.

Program Makan Bergizi Gratis ini menyasar untuk ibu hamil dan menyusui, balita, anak paud, anak TK, SD, SMP, sampai SMA juga termasuk anak didik di pondok pesantren tak luput juga mendapatkan MBG.
Selain itu Ir. Ahmad Khudori, M.AP narasumber dari Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN memaparkan kepada seluruh undangan tata cara pengajuan untuk menjadi mitra dari program MBG baik tentang pengajuan tata kelola dapur maupun bahan baku yang akan digunakan terkait program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Silahkan mengajukan, apabila bapak ibuk yang hadir disini ingin menjadi mitra untuk bekerjasama dalam program MBG ini, ada tim tersendiri yang akan memberikan penilaian kelayakan dari baik lokasi yang akan digunakan ataupun bahan baku yang bapak ajukan,” ungkapnya.
Ahli Gizi dari RS Dr Iskak Tulungagung Ibu Ratih menyampaikan materi terkait B2SA dengan memaksimalkan bahan makanan yang ada di pasar. Jangan mengasihkan makanan makanan instan yang mengandung bahan pengawet dan juga bahan pewarna yang saat ini banyak beredar di sekitar kita.

“Kebutuhan gizi antara anak anak dibandingkan orang tua jelas berbeda maka dari itu perhatikan kebutuhan keseimbangan gizi untuk anak, semakin beragam sayur yang kita gunakan untuk sayur keseharian akan semakin menambah manfaat untuk kebutuhan gizi anak,” pesannya.
“Selain itu juga berikan karbohidrat, lauk pauk baik hewani maupun nabati yang banyak mengandung protein tinggi masak dengan baik biar hiegenis ditambahkan buah- buahan serta jangan lupa berikan susu,” imbuhnya.
Dari sosialisasi program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan masyarakat paham akan tentang gizi yang berkualitas sehingga tercapai program generasi emas, sehat, cerdas dan tangguh. (her)















