Kediri – Menghadapi masa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang SMP sederajat, Dinas Pendidikan Kota Kediri menggelar simulasi UNBK ke seluruh siswa. Simulasi tersebut bertujuan untuk melihat kesiapan sekolah dan mengukur kemampuan siswa dalam menghadapi ujian ini.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi mengatakan, simulasi tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. Harapannya dengan dilakukan simulasi, siswa serta sekolah akan lebih siap dalam menghadapi UNBK termasuk adanya kendala yang mungkin saja terjadi, khususnya soal teknis. Baik listrik maupun jaringan internet.
“Kemarin sudah kita lakukan simulasi selama 5 hari. Untuk kedua nanti kita gelar lagi pada 28 Januari besok,” katanya, Senin (14/01/2019).
Ada 33 lembaga terdiri dari 25 SMP Swasta dan 8 SMP Negeri, dan 8 MTS tahun ajaran 2018/2019 yang siap melaksanakan UNBK dengan sebanyak 6.663 siswa. Tahun 2019 merupakan tahun kedua untuk seluruh sekolah SMP dalam menggelar UNBK. “seluruh sekolah mandiri, tidak ada yang menumpang ke sekolah lain,” imbuhnya
Simulasi yang digelar tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Kata Cevy, perbedaan terdapat pada simulasi yang juga diikuti guru mata pelajaran (mapel). “Kemarin kan guru mapel belum tahu bagaimana teknisnya, kalau sekarang setelah ikut simulasi jadi tahu cara mengerjakannya sehingga kedepan bisa meningkatkan nilai siswa,” imbuhnya.
Sementara itu menurut siswa, simulasi ini memang dianggap penting dan vital untuk mempersiapkan diri menghadapi UNBK. Selain mengukur kemampuan diri, simulasi ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi kendala. Terbukti di simulasi kemarin, ada sejumlah kendala seperti listrik dan server yang down, sehingga nantinya ada langkah tepat untuk mengatasi hal ini atau bahkan mencegah agar pada pelaksanaan april nanti tidak terjadi. (ydk/sam)












