Kediri – Penyakit demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kediri merenggut korban jiwa. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat, ada 232 kasus, dengan 9 orang meninggal dunia, selama bulan januari ini. Yang terbaru, adalah Siva bocah berumur 3 tahun 7 bulan, putri dari pasangan Ponirin dan Rupi Rahayu. Sebelumnya, Siva sempat dirawat di Rumah Sakit Surya Melati, sabtu lalu, kemudian dirujut ke Rumah Sakit Slg, senin pagi.
Setelah mendapat perawatan, Siva meninggal pada senin malam, dan baru dimakamkan selasa (15/01/2019) pagi di pemakaman umum Desa Kandat, Kacamatan Kandat, Kabupaten Kediri, dekat tempat tinggalnya.
“awalnya Siva hanya mengalami gejala demam yang tinggi, tapi tak kunjung reda,” kata Giyem, bibi Siva, selasa (15/01/2019) usai pemakaman.
Sementara, menurut data Dinas Kesehatan kasus demam berdarah di Kabupaten Kediri tersebut, mengalami peningkatan. Pada periode yang sama, januari 2017 tercatat hanya 115 kasus, sedangkan di tahun 2018 tercatat 151 kasus demam berdarah.
“kasus demam berdarah di Kabupaten Kediri ini trendnya terus meningkat, bahkan pada tahun ini cenderung meningkat, karena tahun ini masuk siklus 3 tahunan, yang puncaknya terjadi pada bulan januari,” kata Nur Munawaroh, Kasi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Pada bulan desember 2018, jumlah kasus infeksi virus dengue sebanyak 205, sedang pada januari 2019 hingga petengahan mencapai 232 kasus, dengan jumlah kematian mencapai 9 orang.
Selain karena tahun ini merupakan siklus tiga tahunan serangan demam berdarah, peningkatan kasus demam berdarah di Kabupaten Kediri, salah satunya disebabkan karena iklim. Nyamuk Aedes Aegypti cepat berkembang karena setiap hari terjadi hujan yang kemudian terjadi panas. (ydk/sam)














