Gresik, (jatimsmart.id) – Pertandingan perdana Persik Kediri yang seharusnya menjalani laga home perdana pada super liga 2025-2026 harus digelar diluar kandang mereka stadion Brawijaya yang menjadi kandang tim Macan Putih. Hal ini dikarenakan proses perbaikan Stadion Brawijaya tinggal sedikit finishing saja. Perbaikan ini dilakukan setelah terjadi insiden lampu padam saat pertandingan liga tahun lalu dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah Kota Kediri.
Dengan mulai bergulirnya liga super 2025-2026 manajemen memutuskan untuk menggunakan stadion Joko Samudro kota Gresik untuk menjalani 2 laga kandangnya sambil menunggu stadion Brawijaya selesai pembenahan. Hal ini tidak menyurutkan para pendukungnya untuk hadir memberikan dukungan untuk memompa semangat juang tim kesayangan mereka Persik Kediri saat melawan Madura United, Sabtu (16/08/2025).
Ada sekitar ribuan pendukung tim Macan Putih yang hadir di stadion Joko Samudro. Walaupun menelan hasil yang kurang memuaskan mereka masih percaya tim kesayangannya akan berbenah untuk mencapai hasil yang positif kedepannya seperti yang disampaikan salah satu sesepuh Persikmania yang hadir di Kota Gresik yang dikenal dengan nama Genthot yang menurutnya juga akan hadir saat pertandingan kedua nanti.

“Saya datang langsung ke stadion bersama teman teman yang sekarang mengatas namakan The Real Purple yg antara lain mas Indus, Bily, Sutris, Heri Guru, dan Petis ingin merintis kembali apa yang kami miliki dulu ketika Persik bisa merengkuh sampai 2 kali gelar juara dan ketika itu kami juga ikut didalamnya, semoga pelatih segera melakukan pembenahan yang berarti untuk menyongsong laga kedua nanti,” ucap Gentot usai laga dengan nada optimis.
The Real Purple yang hadir di Gresik juga menjadi perhatian kelompok superter lain yang hadir. Mereka terheran heran dengan kehadiran orang orang tua dengan memakai kaos ungu bertuliskan ” Whe Are Persikmania The Real Purple” dengan membawa gambar gambar yang akan dipasang didalam stadion untuk menunjukkan mereka eksis dalam mendukung Persik seperti apa yang disampaikan Indus yang mengajak anggota keluarganya.

“Saya sebagai sesepuh yang sudah 20 tahun tidak lagi bertemu di lapangan karena kesibukan masing- masing mendukung penuh keinginan teman teman lama yang ingin bangkit untuk bersama mendukung Persik Kediri, saya senang mendengar komitmen mereka, oleh karena itu hal positif ini perlu dibuktikan bersama- sama dengan kalimat penutup, Bravo Macan Putih, Bravo The Real Purple,” pungkasnya.
Semoga apa yang menjadi keinginan orang orang tua yang tergabung dalam Whe Are Persikmania The Real Purple kembali membuat kebangkitan Persik tim kebanggaan masyarakat Kediri Raya dan bisa kembali membuat ungu isi tribun stadion Brawijaya Kediri yang dulu dikenal keangkerannya.(Jts)
















