Kediri, (jatimsmart.id) – Dalam merayakan Ulang Tahunnya yang ke -103 Yayasan Taman Siswa Kota Kediri berkolaborasi bersama Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri (DKD) menggelar pagelaran seni dan budaya di halaman belakang Taman Siswa Jalan Pemuda Kota Kediri, Kamis (03/07/2025)
Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri yang saat ini bertempat di Taman Siswa ingin ikut meramaikan HUT Taman Siswa dengan rangkaian acara yang diawali dari pagi hingga malam hari. Pada pagi hari ada penyerahan dan peresmian patung Ki Hajar Dewantara yang berada tepat di tengah halaman depan perguruan Taman Siswa.
Selain itu ada launching udheng motif batik Kadhiren, seni wayang potehi, meracik jamu, terapi kesehatan, musik lesung, seni merangkai jamu, permainan tradisional, aneka seni tari, melukis on the spot, baca puisi, musikalisasi dan juga serasehan budaya.
Yuwono Wahyu Alam selaku ketua panitia sekaligus Ketua DKD Kota Kediri menyampaikan bahwasanya gelaran tersebut untuk menghibur masyarakat dengan berbagai kesenian dan penyerahan patung dari DKD Kota Kediri.

“Alhamdulillah sampai malam hati ini acara berjalan lancar dengan berbagai kegiatan seni dan budaya, yang paling utama adalah peresmian patung Ki Hajar Dewantara dan dilanjutkan dengan potong tumpeng sebagai tanda ulang tahun Taman Siswa serta launching udheng motif batik kadhirenan dan masih banyak rangkaian acara yang kami adakan,” ucapnya.
Yuwono juga berharap keberadaan DKD Kota Kediri akan semakin dikenal masyarakat Kota Kediri sebagai wadah bagi pecinta baik orang kesenian maupun kebudayaan yang ada di Kota Kediri.
“Kedepan DKD setiap bulan akan mengadakan kegiatan di balai seni yang sudah kita persiapkan dan akan dipertunjukkan antara lain seni ketoprak, wayang panji ataupun pentas seni tari sehingga balai kebudayaan semakin dicintai masyarakat,” harap Yuwono Wahyu Alam.

Sudjono Teguh Widjaja Wakil Ketua I DPRD Kota Kediri dari Fraksi Golkar yang hadir dan ikut melaunching udheng motif batik Kadhiren juga tidak lupa untuk menyapa pelaku UMKM Kota Kediri yang hadir antara lain peracik jamu , pijat tradisional, perajin tenun dan masih banyak lagi sampai sampai ikut mencicipi jamu buatan yang ada di lokasi.
“Kegiatan malam hari ini sangat baik dan perlu mendapatkan perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah kota melalui Disbudparpora, Disperindag, Dinas Pendidikan karena selain pelestarian budaya juga menggerakkan roda perekonomian melalui UMKM yang ada.

“Sebagai masukan supaya kedepan dapat bersinergi dengan dinas dinas terkait karena budaya Kota Kediri lebih tua dari Bali sehingga bisa mendatangkan wisatawan dari luar daerah yang otomatis berdampak positif pada perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Kota Kediri yang dulunya merupakan kerajaan tua banyak peninggalan seni dan budaya yang harus dilestarikan serta dikembangkan sehingga bisa dimasukkan dalam kegiatan DKD. (her)
















