KEDIRI, (jatimsmart.id) – Pengelolaan koperasi yang profesional, tertib administrasi, dan patuh terhadap ketentuan menjadi salah satu kunci untuk membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan tata kelola koperasi perlu terus dilakukan agar koperasi tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Kediri melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan untuk Mewujudkan Koperasi yang Aktif, Sehat, dan Berkelanjutan”. Bimtek dibuka oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Senin (12/10/2026) di Grand Surya. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus koperasi se-Kota Kediri.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menyampaikan bahwa koperasi merupakan wujud semangat gotong royong, ketika orang-orang dengan kebutuhan dan tujuan yang sama berkumpul, saling membantu, dan berupaya untuk maju bersama. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau besarnya usaha, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan kesejahteraan anggota. Gus Qowim menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi penting dalam pengelolaan koperasi karena koperasi mengelola amanah bersama. Oleh sebab itu, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara terbuka, administrasi dan keuangannya ditata dengan tertib, serta perkembangan koperasi disampaikan kepada anggota. Salah satu bentuk pertanggungjawaban tersebut adalah melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Berdasarkan laporan yang disampaikan Pak Ferry, dari 584 koperasi yang menjadi objek pembinaan di Kota Kediri, baru 251 koperasi yang tercatat telah melaksanakan RAT. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar tata kelola dan kepatuhan koperasi di Kota Kediri terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Gus Qowim juga menjelaskan bahwa Kota Kediri memiliki 46 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang berpotensi menjadi penggerak perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan. Namun, pembentukan koperasi perlu diikuti dengan perencanaan usaha yang jelas agar keberadaannya dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Gus Qowim mengajak pengurus koperasi untuk mencermati kebutuhan masyarakat di setiap kelurahan, mengenali potensi yang tersedia, serta mengembangkan usaha yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. “Mari kita lihat kebutuhan masyarakat di masing-masing kelurahan. Kenali potensi yang ada, kemudian kembangkan usaha yang memang dibutuhkan dan bisa terus berjalan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim menyambut baik dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendorong kemitraan dan digitalisasi koperasi. Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pengurus menjalankan pengelolaan koperasi secara lebih tertib, mudah, dan transparan. Meski demikian, Gus Qowim mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan kejujuran dan tanggung jawab pengurus. Seluruh pengurus koperasi juga diajak untuk menjaga amanah anggota, terus belajar, berbagi pengalaman, serta tidak ragu melakukan pembenahan demi meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi.

“Kepada Dinas Koperasi, saya juga berharap pendampingan terus dilakukan, terutama bagi koperasi yang masih membutuhkan pembinaan. Sehingga manfaat kegiatan hari ini benar-benar bisa dirasakan. Mudah-mudahan ikhtiar kita bersama ini menjadikan koperasi di Kota Kediri semakin aktif, sehat, mandiri, dan membawa keberkahan bagi seluruh anggotanya,” pungkasnya.
Pada kegiatan tersebut, juga diserahkan voucher tabungan emas kepada perwakilan penerima. Turut hadir, Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri M.Ferry Djatmiko, Funding & Transactions Bussines Deputy BSI RO 8 Surabaya Silvia Permatasari, Ketua Tim Pengawasan dan Akuntabilitas Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Syamsul Hidayat, jajaran Dinkop UMTK Kota Kediri, jajaran BSI Kediri, serta tamu undangan lainnya.(*)













