Surabaya (Jatimsmart.id) – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mendorong seluruh pejabat eselon II di lingkup Pemprov Jatim mampu mengembangkan inovasi berbasis kewirausahaan. Hal tersebut dinilai sangat penting mengingat tantangan pandemi Covid-19, khususnya dalam sektor ekonomi dirasa semakin berat.
BACA JUGA:
- Bekali Wartawan Ilmu Kewirausahaan, Bank Indonesia Hadirkan Helmy Yahya
- Emil Dardak Ajak Pemuda di Mojokerto Berperan dalam Ekosistem Kewirausahaan Milenial
- Dukung Generasi Muda Berinovasi, Wagub Emil Siap Fasilitasi
“Kadang kala, kalau hanya berpikir kebijakan populis tetapi tidak ada suatu keberanian untuk mengambil langkah. Sebenarnya mungkin tidak populis, tetapi justru akan membangun daya saing jangka panjang. Kalau kita tidak berani kita tidak akan pernah bisa keluar dari jebakan ini,” ujar Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak
Emil menambahkan, adanya dorongan tersebut agar dapat menjadi sumber referensi bagi para pimpinan di lingkungan pemerintahan, khususnya untuk memaksimalkan rumusan strategi yang dapat menjadi pengabdian pejabat.
Pada kesempatan itu, Wagub Emil juga menyinggung soal kebijakan ekonomi, khususnya tentang middle income trap, atau jebakan kelas menengah. Menurut Emil, hal itu merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid-19 yang menimbulkan adanya kontraksi ekonomi di Jatim hingga menyentuh di angka minus 2,5 persen. Emil berharap, adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang sudah disiapkan, dapat membawa Jatim menuju upper-middle income.
BACA JUGA:
- Sediakan Lapangan Kerja Baru, Pembangunan Infrastruktur Jatim Tahun 2021 Pertimbangkan Padat Karya
- Wagub Emil: Pentingnya Pemahaman Masyarakat Terkait Perlindungan Konsumen
- Melalui Santripreneur, Kemenperin Dorong Santri di Ponpes Wali Barokah Jadi Wirausahawan
Ia menjelaskan, tantangan tersebut tidak hanya karena adanya perubahan revolusi industri menuju ke era 4.0. Namun juga adanya otomatisasi pada realita birokrasi. Oleh karena itu, dirinya mengingatkan agar para pejabat Eselon II tidak gegabah, dan tidak mengekor pada suatu mekanisasi, terutama jika belum dibuat secara lebih ramping, adaptif dan dinamis. (*)
















