Banyuwangi (Jatimsmart.id) – Sore itu, angin laut berembus pelan menyapu hamparan pasir putih kecokelatan. Deretan pohon kelapa berdiri rindang, seolah menjadi penjaga alami di bibir pantai. Air laut tampak biru kehijauan, berkilau diterpa cahaya matahari yang perlahan condong ke barat.
Inilah Pantai Mustika, salah satu permata tersembunyi di pesisir selatan Banyuwangi.
Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini memang tak pernah kehabisan cara memikat wisatawan. Setelah dikenal lewat Kawah Ijen dan deretan pantai eksotisnya, kini Pantai Mustika mulai mencuri perhatian. Letaknya memang tak terlalu mencolok, namun justru di situlah daya tariknya—tenang, alami, dan belum terlalu ramai.
Gerbang Menuju “Raja Ampat”-nya Banyuwangi
Pantai Mustika terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Perjalanan darat menuju lokasi memakan waktu sekitar dua jam, menyusuri jalan yang sesekali diapit pepohonan hijau dan perkampungan warga.
Bagi sebagian wisatawan, Pantai Mustika awalnya hanyalah persinggahan sebelum menyeberang ke Pulau Bedil—pulau kecil yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampat”-nya Banyuwangi karena gugusan pulau karangnya yang memesona.
Namun siapa sangka, sebelum sampai ke Pulau Bedil, Pantai Mustika justru membuat banyak pengunjung jatuh hati.
“Awalnya saya ke sini hanya karena mau ke Pulau Bedil. Tapi ternyata pemandangannya tidak kalah indah dari yang saya bayangkan,” ujar Wahyu (30), salah satu wisatawan yang baru pertama kali datang.
Garis pantainya yang melengkung menyerupai setengah lingkaran menciptakan lanskap yang unik. Ombak di tepi pantai relatif lebih tenang, sehingga aman untuk sekadar bermain air atau duduk santai menikmati deburan laut.
Surga Lobster Segar
Tak hanya menawarkan panorama, Pantai Mustika juga dikenal sebagai pusat kuliner lobster segar. Nelayan setempat menjual hasil tangkapan langsung kepada wisatawan dengan harga yang relatif terjangkau.
Aroma seafood bakar kerap tercium dari warung-warung sederhana di sekitar pantai. Lobster yang baru saja diangkat dari perahu nelayan diolah dengan bumbu khas, menghadirkan cita rasa laut selatan yang autentik.
Bagi sebagian pengunjung, pengalaman menikmati lobster segar di tepi pantai menjadi momen yang sulit dilupakan.
Muhammad (35), wisatawan asal luar daerah, mengaku sengaja memilih Pantai Mustika karena suasananya yang cocok untuk berkemah bersama keluarga.
“Selain tiket masuknya relatif murah, tempat ini cocok untuk camping bareng keluarga atau teman-teman. Pemandangannya dapat, suasananya juga tenang,” katanya.
Potensi yang Terus Bertumbuh
Meski belum sepopuler destinasi lain di Banyuwangi, fasilitas di Pantai Mustika perlahan mulai berkembang. Akses menuju lokasi semakin mudah, dan keberadaannya sebagai gerbang menuju Pulau Bedil menjadi nilai tambah tersendiri.
Di tengah geliat pariwisata Banyuwangi yang terus meningkat, Pantai Mustika menawarkan sesuatu yang berbeda: ketenangan.
Bukan gemerlap lampu atau hiruk-pikuk keramaian, melainkan suara ombak, semilir angin, dan langit senja yang perlahan berubah jingga.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman lebih intim dengan alam, Pantai Mustika bisa menjadi pilihan tepat—tempat di mana keindahan tak perlu berteriak untuk terlihat, karena ia hadir dengan caranya sendiri: sederhana, alami, dan memikat. (jek/nez)















