Tulungagung (Jatimsmart.id) – Tiga orang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung yang akan diberangkatkan tahun 2023 ini berusia di atas 100 tahun. Masing-masing berusia 101 tahun, 102 tahun dan 103 tahun.
Dua di antaranya telah melakukan pelunasan, yaitu yang berusia 101 dan 102 tahun. Ketiganya memungkinkan berangkat, karena tidak ada lagi pembatasan usia pada pelaksanaan haji 2023 ini.
“Berdasarkan data calon jamaah haji yang ada pada kami, tiga lansia ini jadi berangkat tahun ini,” terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung, Suryani.
Sebelumnya jamaah haji Kabupaten Tulungagung yang tercatat berusia 91 tahun. Dengan demikian jika tiga CJH ini jadi diberangkatkan, mereka akan menjadi yang tertua.Meski demikian tidak ada perlakuan khusus yang diberikan pada CJH yang sudah sepuh ini, seandainya mereka jadi berangkat.
“Kami akan meminta petugas kloter untuk memberikan pelayanan yang mereka butuhkan. Tidak ada perlakuan khusus,” sambung Suryani.
Untuk memastikan kondisi CJH, Kemenag Kabupaten Tulungagung menggandeng Dinas Kesehatan.Dinkes yang akan memastikan seorang CJH istitoah dari sisi kesehatan. Masih menurut Suryani, pelaksanaan haji 2023 diprediksi akan didominasi lansia.
Dari perkiraan data CJH yang ada, sekitar 600 orang berusia di atas 60 tahun dan 900 orang berusia di atas 50 tahun. Hal ini disebabkan penundaan haji tahun 2020 dan 2021, selama pandemi virus Corona. Sementara di tahun 2022 dilakukan pembatasan bagi CJH yang sudah berusia lanjut. “Jadi ada akumulasi lansia dari 3 tahun kemarin, sehingga tahun ini didominasi lansia,” tutur Suryani.
Untuk CJH yang sangat sepuh, Suryani akan mengupayakan kendaraan khusus untuk pemberangkatan dan kepulangan mereka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pemkab Tulungagung. Diharapkan kendaraan ini nyaman lagi lansia saat keberangkatan maupun kepulangannya.
“Jamaah akan diangkut dengan bus. Tapi yang lansia seperti yang 100 tahun ini diupayakan ada kendaraan yang lebih nyaman bagi mereka,” tegas Suryani.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka, mengatakan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan tahap 1. Diakuinya, lansia adalah kelompok riskan dalam rombongan CJH. Karena itu Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) akan memberikan perhatian lebih pada mereka.
“Lansia biasanya punya comorbid (penyakit penyerta) seperti diabetes dan penyakit lain. Karena itu harus sedia obat pribadi,” ujar Didik.
Meski berusia 100 tahun tetap memungkinkan berangkat, jika dinyatakan layak dari sisi kesehatan. Idealnya mereka didampingi pihak keluarga untuk memastikan kondisi kesehatannya. TKHI juga akan senantiasa memantau kondisi mereka selama di tanah suci. (red)














