JatimSmart.id
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
No Result
View All Result
JatimSmart.id
No Result
View All Result
Home Berita

Kisah Pilu Tenaga Medis Bergelut Maut Melawan Corona

Editor by Editor
April 3, 2020
in Berita, Peristiwa
14
Corona

Tri Sudaryati (kiri) dan Minarsih (kanan) bertugas di ruang isolasi RSUD Gambiran Kota Kediri. / istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Kediri (Jatimsmart.id) – Di balik hiruk pikuk penanganan wabah Virus Corona (COVID-19), ada yang bekerja dalam senyap. Dengan perlindungan diri seadanya, mereka mempertaruhkan keselamatan demi raga lain atau pasien yang tengah terjangkit virus tersebut.

Mereka adalah petugas medis yang menangani pasien secara langsung di ruang isolasi. Kondisi itu, tentu membuat mereka berhadapan dengan resiko besar terpapar COVID-19 yang mematikan itersebut.

“Tidak semua perawat mau ditempatkan di sini karena resikonya yang tinggi,” kata Minarsih, 47 tahun, perawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri.

Sejak wabah Corona melanda Kota Kediri, RSUD Gambiran langsung membentuk tim dan sarana perawatan pasien yang terpapar. Minarsih salah satunya. Sebelum wabah terjadi, Minarsih bertugas di bagian Pengendalian Pencegahan Infeksi (PPI). Dia kemudian dipindahkan ke bagian isolasi pasien penyakit menular untuk membantu penanggulangan COVID-19.

Meski banyak rekannya yang menolak tugas tersebut, Minarsih justru menerima. Sebagai seorang perawat, dia mengaku tak boleh menolak tugas kemanusiaan dengan segala resikonya.

“Setiap kali dimasukkan ruang isolasi, wajah mereka sangat tegang dan depresi. Bahkan ada yang nyaris bunuh diri karena stres,” katanya. Tentu tugas yang diemban ini tak sebanding dengan penderitaan dan ketakutan mereka.

Di sinilah peran Minarsih dan tenaga medis di ruang isolasi dibutuhkan. Setiap hari mereka membangun komunikasi dan membangkitkan semangat pasien untuk sembuh.

Ironisnya, tugas berat tersebut tak diimbangi dengan pemenuhan alat perlindungan diri (APD) yang mereka pakai. Padahal setiap saat Minarsih dan teman-temannya berpotensi terpapar virus Corona saat berinteraksi di ruang isolasi.

“Kami terpaksa mengurangi intensitas keluar masuk ruang isolasi karena keterbatasan APD. Di zona merah, APD hanya bisa dipakai sekali dan langsung dibuang,” kata Minarsih.

Sebagai gantinya, Minarsih membentuk grup WhatsApp yang terdiri dari petugas ruangan dan pasien. Sehingga komunikasi bisa dilakukan secara daring tanpa harus masuk ke dalam ruang isolasi. Selain menghilangkan kebosanan dan menyampaikan motivasi, grup WA itu juga dipakai untuk melaporkan kebutuhan pasien seperti cairan infus yang habis.

Melalui WA pula para pasien bisa saling berinteraksi dan mengenal satu sama lain, dan membangun semangat sembuh bersama-sama.

Sementara itu, Tri Sudaryati, perawat berusia 54 tahun yang menjadi rekan Minarsih di ruang isolasi memberikan cerita yang sama. Perawat senior ini bahkan mengalami tekanan mental di luar tempat kerjanya sejak merawat pasien Corona.

“Mereka mengucilkan saya karena dianggap bisa menularkan virus. Padahal tidak sesederhana itu,” katanya.

Dahsyatnya pemberitaan tentang penularan Corona secara langsung turut memojokkan para perawat. Tak hanya oleh tetangga di rumah, beberapa rekan kerja di rumah sakit turut menjaga jarak dengan para tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi. Mereka tak mau tertular oleh virus mematikan yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Langkah ekstrim bahkan dilakukan Minarsih terhadap keluarganya. Sampai sekarang Minarsih tak pernah menceritakan tugasnya merawat pasien Corona kepada anak-anaknya. Dia tak ingin mereka berpikir jauh dan ketakutan atas profesi yang dijalani ibunya.

“Saya juga terpaksa tidur terpisah dengan anak saya agar tidak terpapar. Sejak bertugas di ruangan ini, secara otomatis saya masuk dalam kategori ODR (orang dalam resiko),” kata Minarsih.

Untuk menjaga keluarganya, Minarsih menerapkan protokol ketat tentang kebersihan. Setelah selesai jam bertugas, dia berganti baju di ruangan khusus sebelum meninggalkan rumah sakit. Setiba di rumah, Minarsih langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan keramas, serta mencuci pakaiannya. Baru setelah itu dia bisa mendekati anak-anaknya tanpa bisa berpelukan.

Dengan kondisi tersebut, baik Minarsih maupun Tri Sudaryati harus tetap membangun optimisme pasien di rumah sakit. Mereka juga selalu siap menjadi tempat curhat saat kondisi pasien sedang drop atau sedih.

“Semua pasien harus dalam kondisi baik, nyaman, dan bahagia. Karena itu modal awal untuk sembuh,” kata Sudaryati.

Jika diperlukan, para perawat ini juga merangkap menjadi kurir untuk mengantarkan titipan dari keluarga pasien. Karena keterbatasan APD, pengantaran itu tak bisa dilakukan setiap saat. Ini berbeda dengan pasien di ruang perawatan lain yang bebas keluar masuk tanpa membutuhkan perlengkapan khusus.

Karena itu ketika ditanya tentang keinginan terbesar mereka saat ini, Minarsih dan Tri Sudaryati berharap mendapat bantuan APD agar bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal. Mereka juga berharap wabah ini segera berakhir, dan bisa menjalani kehidupan normal bersama keluarga.

“Dibutuhkan ketulusan, keikhlasan, dan percaya pada Allah untuk mengemban tugas ini. Kalau Allah tidak menghendaki kami tertular, Insyaallah aman,” tutup Minarsih.

Saat ini terdapat 12 tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi RSUD Gambiran. Mereka bekerja secara bergilir selama 24 jam untuk memastikan pasien yang dirawat baik-baik saja.

Sementara itu Direktur RSUD Gambiran dr. Fauzan Adhima mengakui keterbatasan APD yang mereka miliki.

“Pada awal-awal sempat ada kesulitan penyediaan APD karena banyak distributor yang menghentikan pemgiriman. Tapi saat ini ketersediaan APD relatif sudah mencukupi, semoga pasien COVID-19 tidak nambah lagi sehingga APD-nya tetap tercukupi,” kata dr. Fauzan.

Lebih lanjut menurut dr. Fauzan, manajemen sangat mengapresiasi kepada semua medis, paramedis dan petugas lainnya yanhg telah all out memberikan pelayanan terbaik bagi pasien COVID-19 di RSUD Gambiran.

“Semoga tenaga medis, paramedis dan lainnya selalu diberikan kesehatan,” harap dr. Fauzan. (ydk/jek)

Tags: CoronaCovid-19Kisah Pilu Tenaga MedisKota Kediri
Editor

Editor

Related Posts

Cak Iwan Apresiasi Diskusi Sosialisme Islam DPC PKB Kabupaten Kediri, Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Akhlak
Berita

Cak Iwan Apresiasi Diskusi Sosialisme Islam DPC PKB Kabupaten Kediri, Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Akhlak

November 8, 2026
Iwan Sutrisno Apresiasi Langkah Polres Jombang Berantas Peredaran Miras, Minta Bandar Ditindak Tegas
Berita

Iwan Sutrisno Apresiasi Langkah Polres Jombang Berantas Peredaran Miras, Minta Bandar Ditindak Tegas

November 8, 2026
Kecamatan Besuki Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah, Ini Tujuannya
Pemerintah Daerah

Kecamatan Besuki Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah, Ini Tujuannya

November 6, 2026
Next Post
Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19, Hotel dan Restoran di Tulungagung Sepi, Sebagian Tutup

Napi

Cegah Corona di Penjara, Ratusan Napi Lapas Kediri Bebas Lebih Cepat

COVID-19

Terkait Pemudik, Pemerintah Kota Kediri Bersiap Antisipasi Segala Hal

Please login to join discussion

Follow Us

Recommended

PKD Sampaikan Hasil Konsultasi Hukum dari PTUN dan UB Terkait Pilkades Serentak di Kediri

PKD Sampaikan Hasil Konsultasi Hukum dari PTUN dan UB Terkait Pilkades Serentak di Kediri

7 tahun ago
FGD Bareng Budayawan, Jejak Sejarah di Kediri Adalah Harta Karun Berharga

FGD Bareng Budayawan, Jejak Sejarah di Kediri Adalah Harta Karun Berharga

4 tahun ago
Sebagai Hadiah Tahun Baru, Kang Marhaen Resmikan Taman Nyawiji Nganjuk

Sebagai Hadiah Tahun Baru, Kang Marhaen Resmikan Taman Nyawiji Nganjuk

4 tahun ago
Kepala Korban Mutilasi Ditemukan Terbungkus Kain dan Kresek

Kepala Korban Mutilasi Ditemukan Terbungkus Kain dan Kresek

8 tahun ago

Instagram

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Categories

  • Berita
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Pemerintah Daerah
    • Pendidikan & Kesehatan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Politik & Pemerintahan
  • Gaya Hidup
    • Seni & Budaya
    • Tips
    • Wisata & Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintah Daerah
  • Uncategorized

Topics

Bank Indonesia Bank Indonesia Kediri Bansos Blitar Bupati Kediri Corona covid Covid-19 Gubernur Jatim Khofifah Gubernur Jawa Timur Jatim Jatimsmart Jawa Timur Kabupaten Kediri Kabupaten Lamongan Kabupaten Nganjuk Kediri Khofifah Khofifah Indar Parawansa Kodim 0809 Kediri Kota Kediri Mas Dhito Nganjuk Pangdam V Brawijaya Panglima TNI Pasuruan Pemilu 2019 Pemkab Kediri pemkab nganjuk Pemkot Blitar Pemkot Kediri Pemprov Jatim Persik kediri Pilkada 2024 Pilkada Serentak PLN Polres Kediri Polres Kediri Kota PPKM surabaya Tulungagung UMKM vaksin Wagub Jatim Emil Dardak wisata
No Result
View All Result

Highlights

Kecamatan Besuki Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah, Ini Tujuannya

Di Balik Gemercik Air Sumber Jiput, Ada Kebahagiaan Sederhana yang Tak Harus Mahal

Pendopo Kamulyan Jati Hadir di Kediri, Tawarkan Sensasi Kuliner Bernuansa Jadul Khas Pedesaan

Yakuza Maneges Serahkan Dua Terduga Pelaku Pemerkosaan ke Polres Kediri, Satu Orang Masih Diburu

Tujuh UMKM Binaan BI Kediri Promosikan Produk Unggulan di ISEF 2026

Lantik 103 Pejabat, Bupati Nganjuk Minta Jabatan Diimbangi Kinerja

Trending

Cak Iwan Apresiasi Diskusi Sosialisme Islam DPC PKB Kabupaten Kediri, Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Akhlak
Berita

Cak Iwan Apresiasi Diskusi Sosialisme Islam DPC PKB Kabupaten Kediri, Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Akhlak

by Editor
November 8, 2026
0

KAB KEDIRI, (jatimsmart.id) - Iwan Sutrisno, S.H., M.H., Praktisi Hukum Peradi Bersatu sekaligus Ketua Bidang Advokasi Biro...

Iwan Sutrisno Apresiasi Langkah Polres Jombang Berantas Peredaran Miras, Minta Bandar Ditindak Tegas

Iwan Sutrisno Apresiasi Langkah Polres Jombang Berantas Peredaran Miras, Minta Bandar Ditindak Tegas

November 8, 2026
Film PIYE TO KIH? Resmi Luncurkan Trailer, Kediri Jadi Salah Satu Tujuan Roadshow 17 Kota

Film PIYE TO KIH? Resmi Luncurkan Trailer, Kediri Jadi Salah Satu Tujuan Roadshow 17 Kota

November 6, 2026
Kecamatan Besuki Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah, Ini Tujuannya

Kecamatan Besuki Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah, Ini Tujuannya

November 6, 2026
Di Balik Gemercik Air Sumber Jiput, Ada Kebahagiaan Sederhana yang Tak Harus Mahal

Di Balik Gemercik Air Sumber Jiput, Ada Kebahagiaan Sederhana yang Tak Harus Mahal

November 1, 2026
JatimSmart.id

Dapatkan info berita terkini dan terfaktual di 2024 hanya di Jatimsmart.id 

Pos-pos Terbaru
  • Cak Iwan Apresiasi Diskusi Sosialisme Islam DPC PKB Kabupaten Kediri, Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Akhlak November 8, 2026
  • Iwan Sutrisno Apresiasi Langkah Polres Jombang Berantas Peredaran Miras, Minta Bandar Ditindak Tegas November 8, 2026
  • Film PIYE TO KIH? Resmi Luncurkan Trailer, Kediri Jadi Salah Satu Tujuan Roadshow 17 Kota November 6, 2026

© 2024 JatimSmart.id – Berita Terfaktual & Akurat di Jawa Timur. All rights belong to their respective owners. 

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Peristiwa
    • Pendidikan & Kesehatan
    • Pemerintah Daerah
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Wisata & Kuliner
  • Olahraga

© 2024 Brandon Digital Media - Jatimsmart.id Website Berita Brandon Digital Media.