Mojokerto (Jatimsmart.id) – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VI di Hotel Grand Whiz Trawas, Kabupaten Mojokerto, 25-27 September 2026.Muswil lima tahunan tersebut mengusung tema “Reposisi Paradigma KAHMI Jatim Menuju Gerbang Baru Nusantara”.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus merumuskan gagasan dan arah kepemimpinan KAHMI Jawa Timur untuk periode mendatang.
Pembukaan Muswil VI berlangsung dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun daerah.
Di antaranya Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI Dr H Sutomo, Sekretaris Umum MN KAHMI Samsul Komar, Koordinator Presidium MW KAHMI Jatim Dr Agus Mahfud Fauzi, jajaran presidium MW KAHMI Jatim seperti Bawon Adi, Haruna dan Dr Agung, serta Bupati Mojokerto dr Muhammad Al Barra (Gus Barra) bersama Wakil Bupati Mojokerto.
Dalam sambutannya, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi tema yang diusung dalam Muswil VI KAHMI Jatim. Menurutnya, gagasan Gerbang Baru Nusantara sejalan dengan posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat konektivitas dan jalur perdagangan menuju Bali, Lombok hingga kawasan Indonesia Timur.
“KAHMI adalah wadah yang tidak diragukan lagi kepakarannya, ada yoni-nya. Alumni tempaan kaderisasi HMI selalu hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jatim hingga nasional. Bahkan, unjuk rasa pun merupakan manifestasi dari proses LK (kaderisasi) itu sendiri,” ujar Emil.
Emil mengatakan, untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara, pemerintah provinsi terus mendorong peningkatan konektivitas infrastruktur, khususnya sektor logistik dan transportasi.
Salah satunya melalui optimalisasi konektivitas bahari dengan pengembangan Dermaga Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk membuka rute langsung menuju Lombok.
Selain itu, sejumlah dermaga logistik juga terus dibenahi agar proses bongkar muat menjadi lebih efisien.Menurut Emil, pengembangan konektivitas juga dilakukan melalui Bandara Dhoho Kediri. Keberadaan bandara tersebut diharapkan mampu memperkuat akses penerbangan bagi kawasan Mataraman.
“Setelah adanya petisi dari delapan bupati/wali kota, kami terus mendorong kolaborasi strategis antara Pemprov Jatim dan pihak swasta untuk memperkuat rute maskapai. Kami juga memohon doa agar Bandara Dhoho dapat difungsikan sebagai embarkasi haji,” katanya.
Selain sektor transportasi, Emil menyebut penguatan kawasan industri strategis juga menjadi bagian penting dalam menjadikan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara.
“Termasuk penguatan industri, yakni memaksimalkan kawasan industri strategis seperti pemurnian tembaga dan smelter di Gresik dan beberapa wilayah lainnya,” ungkapnya.
Emil menegaskan, Jawa Timur tidak bisa hanya mengandalkan pola lama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan antarwilayah. Menurutnya, setiap provinsi terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan daya saing masing-masing.
“Karena itu, Pemprov Jatim juga harus berani meng-upgrade diri dalam berinovasi dan membangun Jawa Timur menjadi gerbang baru Nusantara,” tegasnya.
KAHMI Diminta Tetap Jaga Tradisi IntelektualDalam kesempatan tersebut, Emil juga menyoroti dinamika kaderisasi di tengah perkembangan media sosial.
Ia mengenang masa ketika mengikuti Latihan Kader (LK) I HMI yang dirancang oleh cendekiawan Muslim Nurcholish Madjid atau Cak Nur bersama jajaran OKP Cipayung.
Menurut Emil, perkembangan media sosial memang membuat seseorang dapat memperoleh popularitas secara cepat melalui jalur influencer.
Namun, kedalaman intelektual dan pematangan karakter tetap membutuhkan proses panjang melalui organisasi dan ruang dialektika yang nyata.
“KAHMI berhasil menyatukan antara keilmuan intelektual dan realitas di lapangan. Siapa pun yang terpilih menjadi presidium nanti, KAHMI akan selalu menjadi mitra terbaik pemerintah,” paparnya.
Emil juga menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus MW KAHMI Jatim dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) atas terselenggaranya Muswil VI.
Sementara itu, Koordinator Presidium MW KAHMI Jatim, Dr Agus Mahfud Fauzi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Muswil VI, mulai Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), hingga panitia lokal Kabupaten Mojokerto.
Menurut Agus, perjalanan organisasi selama lima tahun merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pengurus.
“Masa bakti lima tahun terasa sangat singkat. Keberhasilan organisasi ini tidak hanya bergantung pada tujuh orang presidium, melainkan berkat soliditas dan kerja keras seluruh jajaran pengurus yang kompak. Dinamika tentu selalu ada, tetapi yang utama kita semua harus bahagia dan terus menghadirkan kebaikan,” kata Agus.
Gus Barra Sambut Ratusan Alumni HMIBupati Mojokerto dr Muhammad Al Barra turut menyambut hangat kedatangan ratusan alumni HMI dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Gus Barra berharap Muswil VI KAHMI Jatim mampu menghasilkan gagasan strategis sekaligus susunan kepemimpinan yang dapat membawa organisasi semakin berkontribusi bagi masyarakat.
“Selamat bermusyawarah di kawasan Trawas dan Pacet yang sejuk ini. Kalau ada waktu senggang di sela-sela forum, silakan menikmati keindahan alam dan kolam renang air panas alami di Pacet,” seloroh Gus Barra.
Muswil VI KAHMI Jawa Timur kemudian dibuka secara resmi oleh Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI Dr H Sutomo.
Melalui Muswil VI ini, KAHMI Jatim diharapkan mampu melahirkan terobosan pemikiran serta kepemimpinan baru yang dapat memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan Jawa Timur sekaligus memperkuat peran alumni HMI dalam kehidupan kebangsaan.













