Surabaya (Jatimsmart.id) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Jawa Timur, Kondang Kusumaning Ayu, S.Psi., menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat bertajuk “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan” di Grha Mahameru, Jalan Raya Jemursari No.73, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, pada Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan yang dihadiri oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) dan Bunda PAUD se-Kecamatan Wonocolo ini mengangkat subtema “Kolaborasi Peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dan Bunda PAUD dalam Kesehatan dan Edukasi Berwawasan Lingkungan Sejak Usia Dini”.
Ruang Mendengar Langsung Aspirasi MasyarakatDalam sambutannya, Kondang Kusumaning Ayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmennya untuk terus membawa suara masyarakat daerah ke tingkat nasional.
“Kegiatan penyerapan aspirasi ini adalah ruang bagi saya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan, harapan, dan juga keluhan Bapak/Ibu sekalian. Ini adalah komitmen saya untuk terus membawa suara masyarakat daerah ke tingkat nasional,” ujarnya.
Senator asal Jawa Timur yang duduk di Komite I DPD RI ini menegaskan bahwa tema Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan bukanlah pilihan opsional, melainkan amanat konstitusi yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa.
Ia mengutip Pancasila Sila Kelima dan Pasal 33 Ayat (4) UUD 1945 yang menegaskan perekonomian nasional diselenggarakan dengan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan .
“Setiap kebijakan pembangunan wajib meletakkan indikator kelestarian daya dukung lingkungan sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Apresiasi untuk KSH dan Bunda PAUDKondang memberikan apresiasi tinggi kepada para Kader Surabaya Hebat yang dinilainya sebagai garda terdepan dalam urusan kesehatan dan lingkungan di tingkat komunitas. Ia berharap KSH dapat terus menjadi ujung tombak, tidak hanya dalam urusan kesehatan, tetapi juga dalam menginisiasi program-program ramah lingkungan di tingkat RW dan RT.
Tak kalah penting, ia juga mengapresiasi peran para Bunda PAUD yang dinilainya strategis dan visioner dalam mendidik anak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi generasi emas.
“Saya sangat setuju dengan penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mari kita masukkan unsur kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari karakter utama yang kita tanamkan,” ajaknya.
Ia mencontohkan hal-hal sederhana seperti mengajarkan anak-anak membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon di lingkungan PAUD, atau mencintai tanaman.
“Sebab, kesadaran lingkungan yang tumbuh sejak dini akan menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa,” tambahnya.Pemaparan Materi oleh Narasumber Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber Surenggono, SE., SH., MM.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan adalah strategi pembangunan yang secara sadar dan terencana memadukan aspek lingkungan hidup ke dalam seluruh proses pembangunan.
Ia memaparkan landasan konstitusional berupa Pasal 28H Ayat (1) UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta Pasal 33 Ayat (4) yang menegaskan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dalam perekonomian nasional.Narasumber juga menyebutkan sejumlah peraturan turunan seperti Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 9 Tahun 2023, Perda Kota Surabaya No. 1 Tahun 2026 tentang RPPLH Tahun 2025-2055, serta Perda Kota Surabaya No. 5 Tahun 2014 dan Perwali No. 50/2024 tentang Pengelolaan Sampah.
Sinergi Program KSH dan Bunda PAUDDalam pemaparannya, narasumber menguraikan peran strategis masing-masing elemen. Kader Surabaya Hebat berperan sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat, deteksi dini risiko penyakit lingkungan, dan agen perubahan sosial di komunitas . Sementara Bunda PAUD berperan sebagai penggerak pendidikan karakter sejak dini, pembentuk kesadaran lingkungan usia dini, dan pelopor keteladanan di masyarakat.
Beberapa program sinergi yang direkomendasikan antara lain Program “Lingkungan Sehat untuk Anak”, Kampanye “Surabaya Hijau dari Rumah”, Posyandu Lingkungan, serta Lomba Lingkungan Sehat antar RW/RT.
Aspirasi dari PesertaDalam sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi, sejumlah peserta menyampaikan harapan dan keluhan mereka. Ibu Susan dari Bunda PAUD menyampaikan terima kasih atas sosialisasi yang diberikan dan mengungkapkan bahwa ia telah mengajarkan anak didik tentang perilaku mencintai lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan.
Sementara itu, Bunda Sumiati yang pernah mendapat penghargaan dari Walikota Surabaya menyampaikan masih minimnya penghargaan bagi para Bunda PAUD. Ia berharap ada peningkatan jasa pelayanan dari Pemerintah Kota Surabaya.Hal senada disampaikan oleh Ibu Kofiah, salah satu Kader Surabaya Hebat, yang mengungkapkan beratnya perjuangan sebagai kader.
Ia menyebut di RW 5 Kelurahan Bendul Merisi belum ada Balai RW yang bisa digunakan dengan baik, sehingga selama ini masih menyewa rumah untuk pelayanan kepada masyarakat.”Bahkan kekurangan biaya sewa dipenuhi dari patungan masyarakat.
Semoga ke depan Pemkot Surabaya lebih memperhatikan para Kader Surabaya Hebat,” harapnya.Kondang menanggapi positif seluruh aspirasi yang disampaikan dan berkomitmen untuk memperjuangkannya di tingkat nasional.
Sebagai anggota Komite I DPD RI yang membidangi otonomi daerah, hubungan pusat-daerah, dan pembentukan daerah, ia siap mengawal kebijakan yang memprioritaskan kolaborasi efektif antara pusat dan daerah .Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” sebagai bentuk komitmen jiwa dan raga untuk bangsa dan negara, dilanjutkan dengan doa penutup.












