JatimSmart.id
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
No Result
View All Result
JatimSmart.id
No Result
View All Result
Home Berita

Mengulas Persentase Penduduk Miskin Kota Kediri Tertinggi Kedua di Jatim yang Dibeber Vinanda dalam Debat Publik

Jatimsmart by Jatimsmart
November 2, 2024
in Berita, Politik
0
Mengulas Persentase Penduduk Miskin Kota Kediri Tertinggi Kedua di Jatim yang Dibeber Vinanda dalam Debat Publik
Share on FacebookShare on Twitter

Kediri, (jatimsmart.id) – Calon Wali Kota Kediri nomor urut 01 Vinanda Prameswati menyoroti tingkat kemiskinan di Kota Kediri. Ternyata, persentase penduduk miskin di Kota Kediri tertinggi kedua di Jawa Timur. Hal itu diungkapkan oleh Vinanda saat debat publik pertama calon wali kota dan wakil wali Kota Kediri di Insumo Kediri Convention Centre (IKCC), pada Jumat (1/11/2024) malam.

Pada kesempatan itu, cawali yang berpasangan dengan tokoh ulama KH. Qowimuddin Thoha (Gus Qowim) itu menyatakan persentase penduduk miskin di Kota Kediri yang menduduki peringkat nomor dua paling tinggi antar kota se-Jawa Timur. Pernyataan itu tentu membuat publik terkejut, karena selama ini Kediri dilabeli sebagai kota terkaya dan terbahagia di Indonesia.

“Jadi memang menurut pandangan kami, warga Kota Kediri yang miskin itu terdapat 21.000 di tahun 2023 dan tahun 2024 terdapat 19.000. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di Kota Kediri ini menduduki peringkat nomor dua paling tinggi antar kota se-Jawa Timur. Sehingga ke depan perlu adanya penurunan angka kemiskinan,” terang Vinanda.

Jika kita buka data persentase penduduk miskin menurut kota di Jawa Timur pada tahun 2023 pernyataan Vinanda tersebut benar adanya. Dari 9 kota di Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri rangking kedua tertinggi tingkat persentase penduduk miskin dengan angka 7,15 persen.

Kota Tahu ini berada satu level dibawah Kota Blitar yang menempati kota dengan persentase penduduk miskin tertinggi pertama dengan angka 7,30 persen. Sedangkan posisi tertinggi ketiga adalah Kota Pasuruan 6,60 persen dan keempat Kota Probolinggo 6,48 persen.

Posisi kelima ditempati oleh Kota Mojokerto 5,57 persen, keenam Kota Madiun 4,74 persen, ketujuh Kota Surabaya 3,65 persen, kedelapan Kota Malang 4,26 persen dan kota dengan tingkat persentase penduduk miskin terendah di Jatim adalah Kota Batu 3,31 persen.

Sebenarnya, Kota Kediri dibawah kepemimpinan Abdullah Abu Bakar sudah berhasil memperbaiki persentase penduduk miskin pada tahun 2024 ini. Dari angka 7,15 persen di tahun 2023 turun menjadi 6,51 persen pada tahun 2024 atau 0,64 persen selama satu tahun. Tetapi posisi Kota Kediri ini masih tetap berada di peringkat tertinggi kedua di Jatim.

Tiga tahun terakhir, selama kepemimpinan mas Abu, penurunan angka kemiskinan di Kota Kediri memang tidak terlalu signifikan. Di tahun 2021, angka kemiskinan berdasarkan data yang sama mencapai 7,75 persen, hanya turun 0,52 persen di tahun 2022, menjadi 7,23 persen. Di tahun itu jumlah warga miskin mencapai 21,15 ribu jiwa. Di tahun 2023, penurunan bahkan hanya 0,08 persen, hanya 120 jiwa miskin yang berhasil diselamatkan.

Masih berdasarkan data persentase penduduk miskin di Jatim milik BPS Tahun 2024, Kota Blitar juga tetap di urutan tertinggi pertama dengan angka 6,75 persen, lalu disusul Kota Kediri dengan angka 6,51 persen. Dibandingkan dengan kota tetangga yaitu, Madiun 4,38 persen (urutan keenam) dan Kota Mojokerto 5,57 persen (urutan kelima), Kota Kediri masih kalah jauh.

Tingginya persentase penduduk miskin di Kota Kediri ini tentu sangat ironis. Betapa tidak, Abdullah Abu Bakar saat memimpin kota ini punya program andalan Program Pemberdayaan Masyarakat yang disingkat Prodamas.

Tetapi kenyataanya, selama  selama dua periode (10 tahun) prodamas dijalankan tidak sanggup untuk mengentaskan kemiskinan warganya. Betapa tidak, angka pertumbuhan ekonomi yang diukur dari penurunan jumlah warga miskin di Kota Kediri terbilang kecil hanya sekitar 1,9 persen.

Padahal, program andalan Mas Abu tersebut cukup besar dalam menggerus porsi APBD Kota Kediri. Bisa dibayangkan, pada periode pertama prodamas mengalokasikan anggaran Rp50 juta per RT per tahun, sehingga total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp72 miliar. Kemudian periode kedua menjadi prodamas plus dengan melipat gandakan alokasi anggaran menjadi Rp100 juta per RT per tahun atau total anggarannya sekitar Rp144 miliar.

Menurut lulusan Magister Kenotariatan Universitas Airlangga Surabaya itu, perlu adanya upaya strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di Kota Kediri. Makanya, dia bersama Gus Qowim berupaya dengan berbagai program andalannya yang tercantum dalam SAPTA CITA (tujuh program prioritas).

.

“Program kami yang pertama adalah Program Ekonomi Kerakyatan (MERATA). Dimana, tujuan program ini untuk pembangunan dan perlindungan sosial. Sehingga ke depan dengan adanya dukungan di kader kesehatan, kemudian kader lingkungan dengan pemberian insentif, lalu bagi guru ngaji dan program padat karya yang bertujuan untuk memberikan pelatihan dan bantuan modal bagi warga Kota Kediri yang miskin, tentunya ini dapat menekan angka kemiskinan di Kota Kediri,” beber Mbak Vinanda.

Sosok calon pemimpin yang diusung oleh mayoritas partai politik ini juga menawarkan program produktif, kreatif dan inovatif dalam upaya mengentaskan angka kemiskinan di Kota Kediri. Dia akan memberikan BOSDA untuk pendidikan serta beasiswa bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi untuk meningkatkan kualitas SDM warganya.

“Ada program BOSDA untuk pendidikan serta beasiswa bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berpresitasi serta adanya beasiswa atlet berprestasi serta bantuan modal serta perluasan modal bagi UMKM tentunya ini juga bisa menekan angka kemiskinan yang ada di Kota Kediri yang selama ini angka kemiskinan di Kota Kediri tetap di peringkat nomor dua paling tinggi di Jawa Timur antar kota,” tandas anak muda yang bertekad untuk membawa kemajuan untuk kota tercintanya ini.

Sayangnya, paslon 01 Ferry Silviana Feronica dan Regina Nadya Suwono gagal paham terhadap fakta tersebut. Bunda Fey justru mengkoreksi dengan data persentase penduduk miskin antar kota dan kabupaten di Jawa Timur. Apabila kota madya harus dibandingkan dengan kabupaten, tentu ini tidak relevan. Sudah semestinya kota madya dibandingkan dengan kota madya.

“Sepertinya data yang anda sampaikan tidak tepat, karena penurunan angka kemiskinan Nasional saja pada tahun 2024 itu hanya 9 poin 03 persen. Angka kemiskinan tertinggi di Jawa Timur itu diduduki oleh Madura, jadi itu yang anda sampaikan kurang tepat,” kata Ferry Silviana.

“Beberapa kota dan kabupaten di sekitar kita, bahwa menduduki angka kemiskinan yang jauh lebih tinggi dari kita diangka 9,95 persen. Provinsi itu penurunannya itu 9,79 persen. Jadi capaian Pemkot Kediri diangka 6,51 persen dari tahun 2023 ke tahun 2024 itu capaian yang sangat luar biasa,” imbuh dia.

Sementara pasangannya, Regina Nadya Suwono justru mengkambing hitamkan bencana pandemi sebagai salah satu indikator penyebab kemiskinan. Menurutnya, langkah Kota Kediri yang sudah menggelontorkan APBD untuk bantuan sosial kepada masyarakat sukses menahan laju kemiskinan di Kota Kediri agar tidak semakin parah.

“Perlu diberi catatan, bahwa beberapa tahun silam bukanlah tahun yang mudah, bagi kita yang tinggal di Kota Kediri maupun di Indonesia. Dengan adanya pandemi, semua ekonomi jeblok, daya beli menurun, tapi Pemkot kediri hadir memberi bantuan tunai dan non tunai sehingga tingkat kemiskinannya bisa dibantu untuk diturunkan,” katanya.

Persentase Penduduk Miskin Menurut Kota di Jawa Timur Tahun 2023

  1. Kota Blitar 7,30 persen
  2. Kota Kediri 7,15 persen
  3. Kota Pasuruan 6,60 persen
  4. Kota Probolinggo 6,48 persen
  5. Kota Mojokerto 5,77 persen
  6. Kota Madiun 4,74 persen
  7. Kota Surabaya 4,65 persen
  8. Kota Malang 4,26 persen
  9. Kota Batu 3,31 persen

Persentase Penduduk Miskin Menurut Kota di Jawa Timur Tahun 2024

  1. Kota Blitar 6,75 persen
  2. Kota Kediri 6,51 persen
  3. Kota Pasuruan 6,31 persen
  4. Kota Probolinggo 6,18 persen
  5. Kota Mojokerto 5,57 persen
  6. Kota Madiun 4,38 persen
  7. Kota Surabaya 3,96 persen
  8. Kota Malang 3,91 persen
  9. Kota Batu 3,06 persen

lSumber : BPS Jawa Timur
https://jatim.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDk3IzI=/persentase-penduduk-miskin-menurut-kabupaten-kota-di-jawa-timur.html

Tags: debatKediriKota KediriPilkada 2024Pilkada Serentak
Jatimsmart

Jatimsmart

Related Posts

Sekda Nganjuk Nur Solekan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut
Peristiwa

Sekda Nganjuk Nur Solekan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut

Juli 6, 2026
Komisi III DPRD Nganjuk Tindaklanjuti Keluhan Jalan Rusak Bersama PUPR dan Aliansi Mahasiswa Cipayung
Pemerintah Daerah

Komisi III DPRD Nganjuk Tindaklanjuti Keluhan Jalan Rusak Bersama PUPR dan Aliansi Mahasiswa Cipayung

Juli 6, 2026
Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan
Berita

Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Juli 2, 2026
Next Post
Debat Publik Pertama Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri Berjalan Aman Kondusif Sesuai Harapan KPU

Debat Publik Pertama Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri Berjalan Aman Kondusif Sesuai Harapan KPU

Pj Wali Kota Kediri Zanariah Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan Pj Wali Kota Kediri

Pj Wali Kota Kediri Zanariah Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan Pj Wali Kota Kediri

Warga Kunjang Sambat SMA Negeri, Mas Dhito Janji Akan Upayakan Terwujud

Warga Kunjang Sambat SMA Negeri, Mas Dhito Janji Akan Upayakan Terwujud

Please login to join discussion

Follow Us

Recommended

Paulo Sitanggang

Waspadai Permainan Persiraja, Persik Kediri Mulai Siapkan Strategi

6 tahun ago
Hama Tikus

Dispertanbun Kabupaten Kediri Sosialisasikan Pemberantasan Hama Tikus

6 tahun ago
Jembatan Mrican

Jembatan Mrican Akan Dibangun Lagi, Nama Baru Disiapkan

7 tahun ago
Wajib pajak

Antusias Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Blitar Kota Tinggi

6 tahun ago

Instagram

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Categories

  • Berita
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Pemerintah Daerah
    • Pendidikan & Kesehatan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Politik & Pemerintahan
  • Gaya Hidup
    • Seni & Budaya
    • Tips
    • Wisata & Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintah Daerah
  • Uncategorized

Topics

Bank Indonesia Bank Indonesia Kediri Bansos Blitar Bupati Kediri Corona covid Covid-19 Gubernur Jatim Khofifah Gubernur Jawa Timur Jatim Jatimsmart Jawa Timur Kabupaten Kediri Kabupaten Lamongan Kediri Khofifah Khofifah Indar Parawansa Kodim 0809 Kediri Kota Kediri Mas Dhito Mojokerto Nganjuk Pangdam V Brawijaya Panglima TNI Pasuruan Pemilu 2019 Pemkab Kediri pemkab nganjuk Pemkot Blitar Pemkot Kediri Pemprov Jatim Persik kediri Pilkada 2024 Pilkada Serentak PLN Polres Kediri Polres Kediri Kota PPKM surabaya Tulungagung UMKM vaksin Wagub Jatim Emil Dardak wisata
No Result
View All Result

Highlights

Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

DPRD Nganjuk Rampungkan Pembahasan, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disahkan

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, PSMTI Bersama Kapolres Nganjuk Gelar Baksos di Panti Asuhan Al-Ikhlas

Lepas Kontingen Piala Presiden, Plt Bupati Tulungagung: Ini Berangkat Berjuang, Bukan Rekreasi!

Karya Kreatif Mataraman X DigiMaFest 2026: Kolaborasi dan Inovasi Digital untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kabupaten Kediri Siap Sambut Porprov Jatim 2029, Skema Tuan Rumah Bersama Mengemuka

Trending

Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026
Nasional

Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

by Editor
Juli 7, 2026
0

JAKARTA, (jatimsmart.id) – Direktorat Jenderal Imigrasi mencatatkan kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa sebesar...

Sekda Nganjuk Nur Solekan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut

Sekda Nganjuk Nur Solekan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut

Juli 6, 2026
Komisi III DPRD Nganjuk Tindaklanjuti Keluhan Jalan Rusak Bersama PUPR dan Aliansi Mahasiswa Cipayung

Komisi III DPRD Nganjuk Tindaklanjuti Keluhan Jalan Rusak Bersama PUPR dan Aliansi Mahasiswa Cipayung

Juli 6, 2026
Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Juli 2, 2026
DPRD Nganjuk Rampungkan Pembahasan, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disahkan

DPRD Nganjuk Rampungkan Pembahasan, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disahkan

Juli 1, 2026
JatimSmart.id

Dapatkan info berita terkini dan terfaktual di 2024 hanya di Jatimsmart.id 

Pos-pos Terbaru
  • Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026 Juli 7, 2026
  • Sekda Nganjuk Nur Solekan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut Juli 6, 2026
  • Komisi III DPRD Nganjuk Tindaklanjuti Keluhan Jalan Rusak Bersama PUPR dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Juli 6, 2026

© 2024 JatimSmart.id – Berita Terfaktual & Akurat di Jawa Timur. All rights belong to their respective owners. 

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Peristiwa
    • Pendidikan & Kesehatan
    • Pemerintah Daerah
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Wisata & Kuliner
  • Olahraga

© 2024 Brandon Digital Media - Jatimsmart.id Website Berita Brandon Digital Media.