Kediri (Jatimsmart.id) – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana optimistis merealisasikan 17 Program Prioritas pada pemerintahannya. Pada Jumat, 20 Februari 2026, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) menyatakan, 17 program prioritas yang diusung pada periode kedua secara bertahap langsung dijalankan pada tahun pertama pemerintahannya.
“Bahkan, sebagian besar telah direalisasikan,” kata Mas Dhito.
Ia merinci, program itu meliputi, pupuk tersedia, petani bahagia yang telah direalisasikan dengan pemberian tambahan alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2025.
“Ada pula program kesehatan gratis bagi warga kurang mampu yang ditandai dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Kediri 98,72 persen di 2025,” katanya.
Di bidang kesehatan ini, jelas Mas Dhito, diperluas dengan program peningkatan Puskesmas rawat inap dan pembangunan Rumah Sakit di kawasan Aerotropolis. Sampai penghujung 2025 Pemkab Kediri telah berhasil menambah 6 Puskesmas rawat inap dan hingga Februari ini tercatat sudah terdapat 13 Puskesmas rawat inap di Kabupaten Kediri.
“Dalam kondisi keterbatasan ruang fiskal karena kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat saat ini, berat untuk membangun rumah sakit yang memerlukan anggaran besar,” ujarnya.
Ia mengatakan, strategi yang dilakukan yakni mencoba membangun kerjasama dengan swasta. Seperti, yang dilakukan dengan tiga rumah sakit.”Program prioritas lain yang telah direalisasikan yakni insentif bagi 17 ribu Guru, Tenaga Pendidik (GTK), guru ngaji, dan guru agama,” ungkapnya.
Untuk guru ngaji dan agama, lanjutnya, penerima manfaat bisyaroh di tahun 2025 bahkan mencapai 9.500 orang dan tahun 2026 direncanakan bertambah menjadi 12.000 orang. Bidang pendidikan ini juga termasuk program beasiswa Kediri Berbudaya Rp 30 miliar per tahun.
“Kemudian, program bantuan stimulus fasilitas untuk mushola, masjid, ponpes, tempat ibadah, dan pendidikan keagamaan,” ucapnya.
Selanjutnya, program pemberian insentif untuk kader seperti posyandu dan KB, peningkatan insentif RT/RW, Halo Masbup 2.0, Gercep Sahaja administrasi kependudukan, peningkatan Alokasi Dana Desa (ADD) dan pemberian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa sejahtera juga telah direalisasikan pada 2025.
Dalam pemerintahannya, imbuh Mas Dhito, juga berkomitmen untuk melanjutkan program revitalisasi pasar tradisional. Setelah sebelumnya berhasil merevitalisasi Pasar Wates, awal periode kedua Mas Dhito melakukan revitalisasi Pasar Ngadiluwih.
Tak hanya itu, program lain yang secara bertahap mulai dijalankan yakni 30.000 lapangan pekerjaan baru. Pada tahun 2025 dimulai dengan 6.000 lebih lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat kabupaten kediri yang akan terus dilanjutkan tahun berikutnya.
Di sektor pariwisata, Mas Dhito juga mulai melakukan pengembangan wisata dengan gebrakan membuka wisata Ubalan pada akhir tahun 2025 dan tahun 2026 ini melanjutkan pembangunan akses jalan ke wisata Gunung Kelud.
“Pada tahun 2026, pembangunan di Gunung Kelud ini saya mau selesaikan akses jalan sampai ke kawah. Kemudian yang kedua (terkait) safetynya,” kata Mas Dhito.
Di samping itu, Mas Dhito mengemukakan, pada bidang infrastruktur yang menjadi bagian program prioritas, maka saat ini keluhan masyarakat banyak pada jalan, terutama jalan desa. Adapun skema untuk pembangunan jalan desa yakni dengan pemberian BKK, yang mana pengerjaannya dilakukan desa.
“Hanya saja, untuk saat ini belum memungkinkan dengan kondisi keterbatasan ruang fiskal daerah,” katanya mengakhiri. (jek/ad)
















