KAB KEDIRI, (jatimsmart.id) – Iwan Sutrisno, S.H., M.H., Praktisi Hukum Peradi Bersatu sekaligus Ketua Bidang Advokasi Biro Bantuan Hukum Lingkar Madani, mengapresiasi langkah H. Sentot Jamaludin, Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri, yang menggelar diskusi santai bersama mahasiswa Universitas Islam Tribakti Kediri dengan mengusung tema “Sosialisme Islam”Pemikiran Ali Syariati dan H.O.S. Tjokroaminoto.
Iwan mengatakan,terkait diskusi yang di gagas H.Sentot Jamaludin Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri dengan tema “Sosialisme Islam”Pemikiran Ali Syariati dan H.O.S. Tjokroaminoto,sangat mengapresiasi dan mengacungan jempol terlaksananya kegiatan penuh makna tersebut.
“Diskusi yang mengangkat pemikiran dua tokoh besar tersebut sangatlah tepat sebagai sarana pendidikan politik bagi generasi muda dalam memahami politik yang berlandaskan nilai-nilai Islam,”Ucap Iwan Kepada Media ini.Minggu (08/11/2026)
Alumni Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang ini,menilai pemikiran Ali Syariati relevan untuk membangun kesadaran kritis generasi muda. Ali Syariati sendiri dikenal sebagai sosiolog dan pemikir asal Iran yang mengkritik kapitalisme, Marxisme, serta pendekatan sosiologi Barat yang cenderung memandang manusia hanya dari aspek material dan ekonomi, dengan mengabaikan dimensi spiritual.
“Saya berharap DPC PKB Kabupaten Kediri tidak berhenti pada satu kegiatan diskusi saja. Ia mendorong agar forum serupa digelar secara rutin dengan melibatkan mahasiswa dan kalangan generasi muda,”Jelasnya.
Praktisi Hukum PERADI BERSATU itu menuturkan,bahwa salah satu pemikiran penting Ali Syariati adalah konsep (Rausyanfikr) atau intelektual tercerahkan yang menggambarkan kaum intelektual tidak hanya memiliki pengetahuan saja, tetapi juga mempunyai kesadaran sosial dan keberanian dalam memperjuangkan perubahan serta pembebasan masyarakat.
“Seorang intelektual tidak cukup hanya pintar secara akademis. Ia harus memiliki kepedulian sosial, keberanian menyuarakan kebenaran, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” terangya.
Iwan menilai,bahwa pemikiran Ali Syari, ati dan pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto,ada kesamaan terutama dalam hal memperjuangkan keadilan sosial,dengan nilai-nilai keislaman, serta nasionalisme untuk melawan imperialisme dari segala bentuk penindasan terhadap manusia.
“Jadi Kita memahami politik bukan hanya sekadar perebutan kekuasaan atau jabatan. Politik juga membutuhkan ilmu, adab, moral, dan tanggung jawab. Islam mengajarkan bahwa berpolitik harus dilakukan secara bermartabat dengan menjunjung tinggi akhlakul karimah,” Pungkasnya.(*)













