Malang (Jatimsmart.id) – Tim paduan suara Palmae Choir 2009 yang merupakan perwakilan santri Pondok
Pesantren Assalafi Al Fithrah Malang (AKM 2009), berhasil mengharumkan nama
Indonesia dalam The 8th Tokyo International Choir Competition yang berlangsung di
Tokyo, Jepang, pada 24–26 Juli 2026.
The 8th Tokyo International Choir Competition
merupakan ajang kompetisi paduan suara bertaraf internasional yang mempertemukan
kelompok-kelompok paduan suara terbaik dari berbagai negara.
Untuk dapat tampil di kompetisi tersebut, setiap peserta terlebih dahulu harus melalui
proses seleksi dengan mengirimkan video penampilan.
Hanya tim yang dinilai memenuhi standar yang kemudian diundang untuk berkompetisi secara langsung di
Tokyo. Bagi Palmae Choir 2009, kesempatan tampil di ajang bergengsi tersebut
menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri karena dapat mewakili Pondok
Pesantren Assalafi Al Fithrah Malang (AKM 2009) serta membawa nama Indonesia di
panggung internasional.
Dalam kompetisi tersebut, Palmae Choir berhasil lolos seleksi ketat pada dua kategori,
yakni Children Choir (A2) dan Folklore. Kedua kategori memiliki karakter yang
berbeda.
Pada kategori Children Choir, peserta dituntut menampilkan kualitas vokal,
harmoni, dan kekompakan yang tinggi. Sementara itu, pada kategori Folklore, peserta
harus mampu membawakan lagu-lagu daerah dengan menonjolkan kekayaan budaya
dan keberagaman Indonesia melalui pertunjukan musik.
Hasil kerja keras selama masa persiapan membuahkan hasil yang membanggakan.
Palmae Choir berhasil meraih Silver Prize pada kategori Children Choir (A2) serta
Gold Prize pada kategori Folklore.
Capaian tersebut merupakan buah dari latihan yang panjang, disiplin, serta doa dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kategori Children Choir, Palmae Choir membawakan lagu Ad Amore, Amukti Palapa, Panta Rhei, serta
lagu wajib dari Jepang berjudul Yume no Yō ni.
Sementara itu, pada kategori
Folklore, mereka menampilkan Ah Toi Poros, Tari Sahyang Dedari, dan Yamko
Rambe Yamko.
Pemilihan lagu-lagu tersebut dilakukan untuk menyesuaikan karakter
masing-masing kategori sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia
kepada dunia melalui seni paduan suara.
Di balik keberhasilan tersebut, tim juga menghadapi berbagai tantangan. Selain harus
menjaga fokus dan mental saat bersaing dengan paduan suara berkualitas dari
berbagai negara, para peserta juga harus beradaptasi dengan perjalanan yang panjang,
jadwal kegiatan yang padat, perbedaan cuaca, makanan, serta menjaga kondisi suara
agar tetap prima selama kompetisi berlangsung.
Tim yang diberangkatkan ke Jepang terdiri atas 34 siswa yang merupakan bimbingan dari KH. Muhammad Adib Fanani selaku pengasuh pondok pesantren Assalafi Al Fithrah Malang (AKM 2009) serta
pelatih sekaligus konduktor, Lucky Agus Saputra, yang melatih seluruh prosespersiapan hingga penampilan di panggung kompetisi.
Suasana kompetisi berlangsung kompetitif namun tetap seru, ceria dan penuhkehangatan. Para peserta dari berbagai negara menunjukkan penampilan terbaiknyasekaligus saling menghargai dan memberikan dukungan satu sama lain. Pada kategori Children Choir (A2),
Palmae Choir bersaing dengan lima tim yakni dari Indonesia,Taiwan, dan Jepang. Sementara pada kategori Folklore, mereka menghadapi tujuh timdari berbagai negara, di antaranya Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Polandia, danBulgaria.
Selain menjadi ajang kompetisi, keikutsertaan di Tokyo juga memberikanpengalaman berharga bagi para santri. Mereka berkesempatan mengenal budaya dariberbagai negara, membangun persahabatan baru, serta menyaksikan secara langsungberagam gaya dan pendekatan dalam bermusik.
Pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya kerja keras,disiplin, dan kekompakan dalam mencapai prestasi.
Keberhasilan ini sekaligusmenjadi bukti bahwa santri mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasionalserta turut mengharumkan nama Indonesia melalui seni paduan suara.
Bagi Palmae Choir 2009, pencapaian ini menjadi langkah awal dan memotivasimereka untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkatinternasional.
Mereka juga berharap dapat kembali mengikuti kompetisi internasionallainnya, sekaligus terus membawa nama baik Pondok Pesantren Assalafi Al FithrahMalang (AKM 2009) dan Indonesia di kancah dunia melalui musik paduan suara.













