Nganjuk (Jatimsmart.id) – Wedding Festival Kota Angin #3 sukses digelar di Gedung Mpu Sindok, Kabupaten Nganjuk. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, festival tahunan ini kembali menjadi ajang kolaborasi berbagai subsektor ekonomi kreatif sekaligus mampu menarik perhatian pelaku industri pernikahan dari seluruh Jawa Timur. Selasa (21/07/2026).
Untuk pertama kalinya, Kabupaten Nganjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Wedding Festival berskala Jawa Timur yang digelar melalui kolaborasi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk bersama DPD Katalia Jawa Timur.
Katalia merupakan Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia.Selama dua hari sejak Senin tanggal 20 Juli 2026 hingga hari Selasa 21 Juli 2026 nyelenggaraan, festival telah menghadirkan 33 vendor jasa pernikahan dan 14 pelaku UMKM.
Beragam subsektor ekonomi kreatif turut terlibat, mulai dari fashion, kriya, desain interior, kuliner, fotografi, seni pertunjukan, musik, hingga konten digital.
Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 600 orang dan menghasilkan potensi transaksi sekitar Rp1,2 miliar.
Ketua Ekonomi Kreatif Kabupaten Nganjuk, Rizky Pramudya, menilai kegiatan seperti Wedding Festival perlu terus didorong karena mampu membuka peluang besar bagi perkembangan ekonomi kreatif daerah.
“Nganjuk memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Festival selama dua hari ini mampu menghasilkan potensi transaksi lebih dari Rp1 miliar. Ke depan, ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu penggerak utama perputaran ekonomi daerah.
Kami juga terus mendorong agar Kabupaten Nganjuk dapat meraih predikat Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa) dari Kementerian Ekonomi Kreatif,” ujarnya.
Tak hanya menjadi ajang promosi industri pernikahan, Wedding Festival Kota Angin #3 juga menjadi momentum silaturahmi seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Katalia se-Jawa Timur.
Puluhan perias pengantin dari berbagai daerah hadir mengikuti kompetisi tata rias sekaligus bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring profesional.Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Nganjuk sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran para perias, vendor, serta pengurus DPC Katalia dari berbagai daerah memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.”Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya Wedding Festival Kota Angin #3 di Kabupaten Nganjuk.
Ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan subsektor ekonomi kreatif, khususnya jasa pernikahan, tata rias, dan tata busana,” kata Gunawan.
Ia berharap para perias tidak hanya menjadikan kompetisi sebagai ajang meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan memperluas jaringan.”Teruslah berinovasi tanpa meninggalkan kekayaan budaya lokal sehingga MUA dan vendor asal Nganjuk mampu bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia DPD Katalia Jawa Timur, Arif Anshori, menyebut penyelenggaraan perdana di Nganjuk menghadirkan semangat baru bagi komunitas perias pengantin di Jawa Timur.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena untuk pertama kalinya Wedding Festival berskala besar hadir di Kabupaten Nganjuk. Selain menjadi ajang pameran dan kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi seluruh DPC Katalia se-Jawa Timur untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan potensi perias lokal,” ujarnya.
Menurut Arif, kolaborasi antara DPD Katalia Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah memberikan dampak ekonomi yang luas.
Kehadiran peserta dan rombongan dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, hingga industri jasa pernikahan di Kabupaten Nganjuk.
Festival ditutup dengan pertunjukan bertema wedding yang menampilkan kreativitas para vendor, diprakarsai oleh Katalia Kabupaten Nganjuk bersama Disporabudpar Kabupaten Nganjuk.
Kesuksesan penyelenggaraan Wedding Festival Kota Angin #3 diharapkan dapat memperkuat posisi Nganjuk sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event ekonomi kreatif, seni, dan budaya di Jawa Timur. (And)












