Jember (Jatimsmart.id) – Debur ombak menyambut setiap langkah yang mendekat ke bibir pantai. Hamparan pasir putih membentang luas, berpadu dengan birunya laut selatan dan gugusan batu karang yang berdiri kokoh di kejauhan. Angin berembus membawa aroma asin khas laut, menghadirkan rasa tenang yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan.
Di ujung selatan Kabupaten Jember, Pantai Papuma berdiri sebagai salah satu surga tersembunyi Jawa Timur yang kini tak lagi benar-benar tersembunyi.
Pantai yang terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Jember ini menjadi destinasi favorit wisatawan lokal hingga mancanegara. Meski berada di kawasan selatan yang cukup jauh dari pusat kota, Papuma justru memiliki daya tarik kuat yang membuat orang rela menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke sana.
Satu Tiket, Dua Destinasi
Sejak 2 Januari 2026, pengunjung cukup membayar Rp12.500 per orang untuk menikmati dua destinasi sekaligus, yakni Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo.
Kebijakan tiket satu pintu ini menjadi angin segar bagi wisatawan. Sebelumnya, tiket kedua pantai tersebut terpisah dan sempat memunculkan polemik di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember, Boby Arief Sandy, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan realisasi nota kesepahaman antara Bupati Jember dan Direktur Utama Perum Perhutani.
Langkah ini dinilai tidak hanya mempermudah akses wisatawan, tetapi juga memperkuat integrasi pengelolaan destinasi wisata di kawasan selatan Jember.
Tenang, Asri, dan Memikat
Bagi pencinta wisata alam yang mendambakan ketenangan, Papuma menawarkan suasana yang berbeda. Pepohonan rindang, udara segar, serta lanskap alami yang masih terjaga menghadirkan pengalaman berlibur yang menyegarkan.
“Saya berasal dari Surabaya dan ini pertama kali ke Jember untuk berkunjung ke Papuma. Ternyata sesuai dengan yang ada di media sosial, pantainya indah dan masih asri sekali. Saya nggak menyesal datang ke sini,” ujar Berlian, salah satu pengunjung.
Keindahan Papuma tak hanya terletak pada pasir putihnya, tetapi juga pada siluet batu karang yang menjulang di tengah laut, menciptakan panorama dramatis terutama saat matahari terbit maupun terbenam.
Seorang wisatawan asal Blitar, Dea (24), mengaku sengaja datang bersama keluarga karena suasananya yang alami.
“Pemandangannya indah dan bersih, bisa lihat matahari terbenam juga. Cocok banget untuk liburan bareng keluarga,” tuturnya.
Lonjakan Kunjungan dan Dampak Ekonomi
Pengelola wisata mencatat lonjakan kunjungan terutama pada akhir pekan dan hari libur. Ratusan wisatawan datang sejak pagi untuk menikmati panorama laut selatan.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh promosi melalui media sosial, kebijakan satu tiket untuk dua pantai, serta kondisi cuaca yang cerah. Fasilitas penunjang seperti wisma, lahan parkir, dan sarana umum lainnya juga turut menunjang kenyamanan pengunjung.
Pemerintah daerah berharap lonjakan kunjungan wisatawan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM yang menggantungkan usaha pada sektor pariwisata.
Ikon Wisata yang Terus Dibenahi
Dengan keindahan alam yang konsisten memikat dan fasilitas yang terus ditingkatkan, Pantai Papuma diproyeksikan tetap menjadi ikon wisata unggulan Kabupaten Jember sepanjang tahun.
Papuma bukan sekadar destinasi, melainkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Tempat di mana ombak, langit, dan hamparan pasir menyatu menghadirkan ketenangan yang sederhana, namun bermakna.
Di selatan Jember, keindahan itu terus menunggu untuk disaksikan. (jek/oji)
















