Kediri (Jatimsmart.id) – Tantangan klasik mengenai lahan kandang yang ideal bagi peternak ayam petelur di Kabupaten Kediri mulai menemukan titik terang. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bertekad menuntaskan persoalan tata ruang ini melalui gagasan kawasan budidaya terintegrasi.
Langkah ini diambil mengingat status Kediri sebagai salah satu sentra ayam petelur terbesar, namun para peternaknya masih sering terbentur aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) saat ingin mengembangkan usaha.
Dalam pertemuannya dengan Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Sabtu (7/3/2026), pria yang akrab disapa Mas Dhito ini menekankan bahwa solusi yang ditawarkan harus mencakup skala yang lebih luas.
“Kemarin dari DKPP mengajukan untuk melakukan kajian kawasan industri peternakan. Ini bagus, tapi mengapa tidak sekalian kawasan budidaya?” ujar Mas Dhito.
Menurutnya, kawasan budidaya terpadu akan menjadi solusi jangka panjang. Tak hanya bagi peternak layer (ayam petelur), tapi juga bisa menyatukan sektor perikanan air tawar hingga pertanian dalam satu zona yang legal secara tata ruang.
Data per 6 Maret 2026 mencatat populasi ayam petelur di Kediri mencapai 7,5 juta ekor lebih, dengan produksi telur menembus angka 5,9 juta kg per bulan. Angka ini mengalami surplus besar karena kebutuhan lokal hanya berada di kisaran 891 ribu kg per bulan.
Meski potensinya raksasa, Mas Dhito menyoroti pola sebaran peternak yang saat ini masih terpencar-pencar.
“Anggota KPPUK saat ini sebarannya pasti masih tidak tersentralisasi. Ini perlu dijadikan satu kawasan, dan tahun 2026 ini kajiannya segera dibuat,” tegasnya.
Sektor ini bukan main-main bagi ekonomi Kediri. Tercatat ada sekitar 60 peternak besar dan 2.800 pengusaha mikro/kecil yang bernaung di bawah bendera ini, dengan serapan tenaga kerja mencapai 1.000 hingga 1.200 orang.
Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, menyambut hangat inisiatif tersebut. Ia mengapresiasi pendampingan intensif yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) selama ini.
“Kami berharap KPPUK dapat terus bersinergi dengan program pemerintah daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri secara luas,” pungkas Eko. (jek)
















