Kediri (Jatimsmart.id) – Dedikasi tanpa pamrih kader PKK di Kabupaten Kediri selama puluhan tahun akhirnya mendapat apresiasi manis dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana.
Dalam pembukaan Bazar Ramadan di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa (10/3/2026), pria yang akrab disapa Mas Dhito ini memberikan kejutan spesial. Sebanyak 10 kader PKK senior yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun bahkan ada yang mencapai 54 tahun dihadiahi kesempatan belanja gratis sepuasnya.
Momen haru sekaligus bahagia terekam saat Mas Dhito meminta para ibu-ibu tangguh tersebut untuk memilih barang apa saja yang mereka inginkan di stan bazar.
“Saya mau kasih ibu-ibu ini hadiah belanja di sini. Silakan belanja terserah, nanti saya yang bayar,” ujar Mas Dhito disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Bagi Mas Dhito, hadiah ini tak sebanding dengan keringat dan waktu yang telah dikorbankan para kader.
Ia menegaskan bahwa PKK adalah mitra strategis pemerintah yang menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat, mulai dari urusan kesejahteraan keluarga hingga suksesnya program penurunan stunting di Bumi Panjalu.
Tak hanya soal apresiasi, perhelatan yang diinisiasi TP PKK Kabupaten Kediri bersama Dinas Koperasi dan Bagian Kesra ini juga menjadi panggung bagi UMKM lokal.
Mas Dhito bahkan menginstruksikan jajarannya, termasuk Ketua TP PKK, untuk ikut “nglarisi” atau memborong produk di setiap stan yang ada.
“Harapannya roda perekonomian pelaku usaha kecil di Kabupaten Kediri terus bergerak selama bulan suci ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito atau Mbak Cicha, menjelaskan bahwa acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pondok Ramadan.
“Kami ingin momen ini tidak hanya memperkuat keimanan melalui nilai-nilai kebaikan, tapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi warga,” tutur Mbak Cicha.
Bazar Ramadan ini sendiri akan berlangsung selama lima hari, yakni mulai 9 hingga 13 Maret 2026, dengan melibatkan 16 Paguyuban UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Melalui kolaborasi ini, Pendopo Panjalu Jayati bertransformasi menjadi pusat penguatan spiritual sekaligus kebangkitan ekonomi kerakyatan. (jek)
















