Nganjuk (Jatimsmart.id) – Dinding triplek yang roboh sebagian, atap yang bocor saat hujan, dan lantai tanah yang tidak rata. Itulah kondisi rumah Nenek Lamiyem, 61, di Dusun Dodol, Desa Klodan, Ngetos, Nganjuk, yang sudah bertahun-tahun menjadi tempat tinggalnya.
Kini, nasib huniannya berubah setelah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, secara langsung menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni (RTLH) senilai Rp 20 juta, pada Kamis (29/01) dimana dana itu merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Nganjuk dan BAZNAS.
Selama bertahun-tahun, Nenek Lamiyem tinggal di rumah dinding triplek campur kayu yang sudah sangat tua dan tidak layak huni. Sebagian dinding rumah sudah roboh akibat usia dan sering terkena angin kencang, sementara atap yang terbuat dari genteng lama sering bocor setiap kali turun hujan.
Lantai yang masih tanah liat membuat ruangan menjadi lembap dan tidak sehat, terutama bagi kesehatan penghuni yang sudah berusia lanjut ini.
“Rumah ini sudah saya tempati sejak puluhan tahun yang lalu. Kadang saat hujan, saya harus menutupi barang-barang dengan karung agar tidak basah. Dinding yang roboh juga membuat saya merasa tidak aman, terutama saat malam hari,” ujar nenek Lamiyem
Kondisi rumah yang memprihatinkan ini akhirnya terdeteksi setelah perangkat desa melakukan pemantauan dan melaporkannya ke dinas terkait. Setelah melalui proses verifikasi dan penilaian, Nenek Lamiyem ditetapkan sebagai penerima bantuan RTLH yang menjadi prioritas.
Nenek Lamiyem tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia berharap setelah renovasi selesai, ia bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus khawatir setiap kali cuaca buruk datang.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bupati dan semua pihak yang telah membantu saya. Sekarang saya punya harapan untuk memiliki rumah yang aman dan tidak lagi takut saat hujan turun,” ungkapnya
Bantuan senilai Rp 20 juta yang diberikan merupakan hasil kerja sama erat antara Pemkab Nganjuk dan BAZNAS. Dana ini akan digunakan untuk melakukan renovasi menyeluruh pada rumah nenek Lamiyem, mulai dari membangun dinding baru, mengganti atap, hingga membuat lantai semen yang rata dan sehat.
“Bantuan RTLH ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan fisik, tapi juga tentang memberikan rasa aman dan martabat bagi masyarakat kita. Kita tidak bisa tinggal diam melihat saudara kita tinggal di kondisi yang tidak layak,” ujar Bupati Marhaen, Jumat (30/1)
Marhaen menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Nganjuk untuk mengatasi permasalahan hunian masyarakat kurang mampu.
“Kami telah menetapkan target untuk membantu sebanyak mungkin warga Nganjuk yang tinggal di rumah tidak layak huni. Kolaborasi dengan BAZNAS membuat kita bisa menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan,” tambahnya.
Proses renovasi rumah direncanakan akan dimulai dalam waktu dekat. Tim dari dinas terkait akan mengawasi proses pembangunan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Bupati Marhaen menyampaikan bahwa program RTLH akan terus dilanjutkan dan diperluas ke seluruh kecamatan di Nganjuk. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan hunian agar tidak ada yang terlewatkan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan hunian. Jika ada saudara kita yang tinggal di rumah tidak layak huni, silakan laporkan ke perangkat desa atau dinas terkait. Kami akan berusaha memberikan bantuan secepatnya,” pungkas Bupati Marhaen.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kondisi hunian masyarakat kurang mampu di Nganjuk dapat terus meningkat, serta memberikan rasa aman dan kesejahteraan bagi setiap warganya. (*)
















