Nganjuk (Jatimsmart.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mendorong segenap kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menekan angka gagal tumbuh pada anak (stunting) di Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut penting, karena ini juga manjadi program dari pemerintah pusat untuk memerangi atau menurunkan angka stunting di masing-masing daerah. 

“Ini merupakan salah satu quick respon kita terhadap kegiatan kemarin (rakornas 2023) di jalankan bapak presiden beserta seluruh jajaran kementerian dan kepala daerah seluruh Indonesia. Dimana dalam pengarahnya salah satu yang harus ditangani oleh pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi adalah stunting,” kata Nur Solekan, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk saat membuka dan memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Stunting di Ruang Rapat Sekda, Kamis (19/1/2023). 

Dalam arahannya Sekda Nur Solekan menyampaikan bahwa penanggulangan stunting menjadi salah satu program prioritas Pemkab Nganjuk yang harus dilaksanakan oleh masing-masing perangkat daerah di Kota Bayu.

Tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan Dinas PPKB, ujar Sekda Nur Solekan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sampai ke tingkat desa. “Maka harus ada upaya-upaya terobosan tidak hanya IT (informasi dan teknologi) tetapi yang lebih penting adalah bagaimana example yang dijalankan oleh pemerintah daerah dalam penangan stunting,” jelasnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya Pemkab Nganjuk juga pernah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional dalam kategori edukasi masyarakat dalam pencegahan Stunting. Inovasi pencegahan stunting dengan Ceting E Abah Kolel (Cegah Stunting Manfaatkan Bank Sampah, Pekarangan, dan Kolam Lele) menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Ini setelah program Ceting E Abah Kolel yang diterapkan di Desa Senjayan, Kecamatan Gondang dinilai efektif dan mampu menurunkan angka stunting di Desa Senjayan Kabupaten Nganjuk.

Dengan peran Kader Kesehatan, PKK Desa, Tokoh Masyarakat dan RT/RW, dengan didukung oleh dinas terkait di Nganjuk bisa terlaksana dengan baik.

Sementara itu, ditambahkan Samsul Huda selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Nganjuk, masalah stunting adalah masalah holistik yang menyangkut semua aspek kehidupan. “Oleh karena itu, permasalahan penangananya harus terintegrasi dengan seluruh OPD,” tegasnya sembari menyebut, maka harus dibutuhkan kerjasama yang baik. Untuk saling komunikasi, koordinasi dan berkolaborasi. 

“Sehingga masalah stunting akan mudah dan cepat kita tanggulangi bersama,” tambahnya. 

Kemudian, Kepala Dinas Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk, menyebut target penurunan angka stunting pada tahun 2024 adalah sebesar 14 persen sesuai dengan rencana aksi nasional tentang percepatan penurunan angka stunting dari tahun 2021 sampai dengan 2024. “Harapan kita penurunan angka stunting adalah sebesar 14 persen,” terangnya.

Sebagai informasi, kegiatan Rakor Stunting tersebut, dihadiri oleh Tim percakapan penurunan Stunting kabupaten Nganjuk. Hadir kepala OPD terkait di Kabupaten Nganjuk. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here