Tulungagung (Jatimsmart.id) – Kurikulum  Merdeka Belajar yang baru diluncurkan oleh  pemerintah pusat mulai diterapkan sejak tahun lalu. Sampai saat ini, masih banyak  sekolah yang berproses untuk mengadaptasi kurikulum tersebut.

Terkait hal ini, LPI Al Azhaar Bandung Tulungagung bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya dan Yayasan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya, mengadakan pelatihan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi guru SDI / MI Swasta se-Kabupaten Tulungagung. Pelatihan ini digelar selama 3 hari mulai 7-9 Oktober 2022 di Hall LPI Al Azhaar Masjid Baitul Khoir Bandung Tulungagung.

Direktur LPI AL Azhaar Bandung, Rohmat Zaini menjelaskan pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dari 11 lembaga Pendidikan di Tulungagung. Melalui pelatihan ini diharapkan setiap sekolah mampu membuat 1 projek dan memiliki keunikan serta kekhasan tersendiri.

“Kita berharap setiap sekolah menjadi lebih baik lagi dan dapat membuat 1 projek yang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri,” ujarnya, Minggu 9 Oktober 2022

Sementara itu, Manajer Marketing YDSF, Sri Sujarno mengatakan projek penguatan profil pelajar Pancasila ini merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek, yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

Kompetensi ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.  Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

“Kita ingin agar kompetensi pelajar Pancasial dapat dicapai oleh semua siswa, untuk itu pelatihan ini perlu dilakukan,” terangnya.

Perwakilan dari Yayasan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) yang menjadi mentor dalam pelatihan ini, Najmul Huda menerangkan  pelatihan ini dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.

Setiap satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

“Ini terpisah dari intrakurikuler, setiap lembaga dapat melibatkan masyarakat atau professional lainnya dalam upaya projek penguatan profil ini,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here