Makam Syekh Al Wasil
Kepala DLHKP (kiri) bersama Wali Kota Kediri (kanan) di Taman Hutan Joyoboyo.

Kediri (Jatimsmart.id) – Mulai tanggal 24 Maret 2022, wisata religi Makam Syekh Al Wasil dan taman-taman kembali dibuka. Dimana sebelumnya hanya tiga taman di Kota Kediri yang dibuka. Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat meninjau persiapan pembukaan taman dan wisata religi, Rabu (23/3). Untuk taman jam operasional dimulai pukul 07.00 – 18.00 WIB. Sedangkan untuk wisata religi Makam Syekh Al Wasil mulai pukul 08.00 – 24.00 WIB.

“Alhamdulillah hari ini kita umumkan untuk tanggal 24 Maret 2022 wisata religi Makam Syekh Al Wasil dan seluruh taman di Kota Kediri kembali dibuka. Saat ini kami sedang mempersiapkan semuanya,” ujar Wali Kota Kediri.

Abdullah Abu Bakar megatakan di area wisata religi Makam Syekh Al Wasil telah dilakukan pembersihan oleh warga, kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Disbudparpora. Begitu pula dengan taman, juga tengah dipersiapkan oleh DLHKP. Persiapan ini dilakukan agar besok saat dikunjungi oleh wisatawan sudah benar-benar siap. Sebab wisata religi dan taman ini ditutup selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Untuk taman ini dipersiapkan mungkin karena terkena hujan ada beberapa yang berkarat. Overall semuanya siap untuk digunakan. Insya Allah semua sudah siap untuk dibuka. Saya sudah ditagih banyak warga karena kemarin baru tiga taman yang dibuka. Sekarang semua dibuka,” jelasnya.

Wali Kota Kediri pun mengajak masyarakat untuk datang ke wisata religi dan taman. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di taman bersama keluarga. Apalagi taman-taman di Kota Kediri sangat nyaman. Namun, Wali Kota Kediri juga menghimbau agar pengunjung tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebab saat ini masih berada di masa pandemi.

“Untuk warga yang butuh healing bisa datang ke taman. Di sini juga bisa olahraga dan main-main bersama. Kami minta pengunjung untuk memperhatikan protokol kesehatan hingga nanti Covid-19 ini dinyatakan sebagai endemi. Kita harus saling mengingatkan dan menjaga,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here