perikanan
Menteri Trenggono tinjau langsung Pulau Lusi/ istimewa

Sidoarjo (Jatimsmart.id) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sidoarjo serta masyarakat lokal dalam mengelola Pulau Lumpur Sidoarjo (Pulau Lusi) agar pemanfaatannya lebih optimal.

Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat meninjau langsung Pulau Lusi di Desa Kedung Pandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.

BACA JUGA:

“Kami pemerintah pusat itu tugasnya membangun. Pemda yang mengelola dan harus maksimal. Dan yang penting manfaatnya dapat dirasakan secara langsung untuk masyarakat,” ucap Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono berpesan kepada Pemda, masyarakat pengelola, maupun wisatawan untuk menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang ada di area konservasi mangrove tersebut. Dia juga meminta jajarannya di KKP untuk lebih banyak menebar ikan serta kepiting di area mangrove, serta mempercepat penambahan fasilitas wisata bahari.

“(Pulau Lusi) harus dijaga. Hutannya dibuat semakin rimbun dan tebal. Saya sudah meminta kepada unit (Direktorat Jenderal) Perikanan Budidaya untuk ditebar beberapa jenis ikan dan kepiting. Penambahan fasilitas penunjang untuk wisatawan dan infrastruktur harus dilakukan segera,” tambahnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Trenggono sekaligus menyerahkan bantuan dari KKP kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Akar Delta Ujung untuk penanaman mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

BACA JUGA:

Pulau Lusi merupakan kawasan konservasi mangrove yang berada di muara Sungai Porong, yang mengalirkan material semburan lumpur Sidoarjo. Pulau hasil reklamasi ini menjadi salah satu contoh pengembangan wisata bahari yang pengelolaannya cukup baik, dilengkapi dengan fasilitas dermaga apung dan speedboat agar pengunjung dapat menyusuri area pulau. Selain itu vegetasi mangrove dapat dimanfaatkan pula sebagai area tambak ikan dan udang sehingga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Pulau seluas 93,34 hektare ini targetnya dapat dimanfaatkan menjadi pilot project pengelolaan pulau kecil sebagai Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM), lokasi pengembangan perikanan budidaya/wanamina, lokasi pembelajaran/stasiun lapang, lokasi penelitian dan lainnya. (*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here