Transaksi Digital
Scan QRIS di Pasar Pahing. /Yanuar Dedy

Kediri (Jatimsmart.id) – Hingga hari ini, pandemi Covid-19 belum benar-benar teratasi. Per Selasa, 6 April 2021, Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 masih mencatat adanya penambahan 4.549 kasus. Ini menjadikan total kasus di Indonesia mencapai 1.542.516 kasus. Banyak sektor terpukul akibat badai pandemi ini, terutama pada sektor ekonomi. Hal ini terjadi karena pembatasan sosial di seluruh wilayah di Tanah Air, yang menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Kendati keadaan ekonomi Indonesia tak lebih buruk di tingkat regional maupun dunia, namun mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional perlu segera dilakukan. Tak hanya pemerintah, masyarakat perlu ambil bagian dalam upaya ini.

Hal yang paling mudah dilakukan masyarakat saat ini adalah turut mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Transaksi yang bersifat contactless tersebut, dinilai mampu menjadi unsur penting dalam mendukung kebangkitan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

Dengan sistem pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal (cemumuah) serta bertitik pada aspek higienitas, sistem ini mampu menjadi solusi di era normal baru. Pelaku UMKM, usaha-usaha kuliner, toko kelontong, pedagang pasar maupun usaha lainnya bisa tetap berjalan, dengan transaksi yang dapat dilakukan dengan tanpa sentuhan. Mengingat penyebaran Covid-19 yang juga masih cukup berbahaya melalui media uang yang terus berputar dan berpindah tangan.

Transaksi Digital
Scan QRIS di penjual telur di Pasar Pahing./Yanuar Dedy

Sejak 2020, Bank Indonesia telah meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standar atau QRIS, sebagai alat pembayaran yang telah distandarkan. Sehingga masyarakat tak perlu lagi ribet menggunakan banyak aplikasi dompet digital untuk melakukan transaksi. Cukup memindai QR Code yang ditampilkan oleh penjual melalui aplikasi apapun, baik OVO, LinkAja, GoPay maupun uang digital lainnya. Lebih efektif dan efisien, dan tentunya tanpa kontak langsung.

Untuk mendorong perubahan budaya tersebut, Bank Indonesia terus mensosialisasikannya ke semua elemen masyarakat. Termasuk kali ini, Bank Indonesia melaksanakan kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 yang digelar bersama Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

BACA JUGA :

Lebih jauh, dalam festival yang mengusung tema “Bersinergi dalam Akselerasi, Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Digital” itu mereka berupaya meningkatkan awareness, komitmen serta memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan digital. Sejumlah talkshow dan kegiatan-kegiatan secara virtual digelar untuk memberikan edukasi dan pemahaman ke masyarakat. Juga event-event yang menyasar anak muda, seperti Short Movie, Photo, Tik-Tok dan Jingle Comptetion.

QRIS Meningkat di Masa Pandemi

Transaksi menggunakan QR Code Indonesian Standar atau QRIS meningkat pesat pada masa pandemi Covid-19 ini. Bank Indonesia mencatat saat ini QRIS telah tersambung dengan sekitar 5,8 juta pedagang ritel nasional per 30 Desember 2020. Angka ini meningkat 88% dari 22 Maret 2020 sebanyak 3,1 juta pedagang.

Sebagian besar merchant adalah UMKM dari Usaha Mikro sebanyak 3,6 juta dan 1,3 juta Usaha Kecil. peningkatan penggunaan QRIS pada Usaha Kecil pun tertinggi yaitu 316% dari 304,4 ribu pada 22 Maret 2020. Sementara pengguna QRIS pada merchant lainnya adalah 310,7 ribu Usaha Besar, 558,5 ribu Usaha Menengah dan 14,7 ribu Donasi Sosial.

BACA JUGA 

Jika langkah ini terus didorong, bukan tak mungkin perekonomian di Indonesia akan segera kembali pulih dalam waktu yang sangat cepat. Untuk itu, tak hanya Bank Indonesia, Pemerintah dan berwenang lainnya, masyarakat perlu bersama-sama melakukan upaya untuk mewujudkan pemulihan tersebut. (ydk/gis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here