daring

Kediri (Jatimsmart.id) – Melihat situasi yang tak kunjung membaik membuat pemerintah memutuskan untuk tetap melakukan kegiatan belajar mengajar melalui daring. Tentunya hal tersebut dengan mempertimbangkan banyak aspek dan kebaikan bersama.

Walaupun banyak efek negatif yang di timbulkan dari berlakunya sistem daring ini, seperti rasa bosan, lebih mudah lelah dan tidak memahami pelajaran, namun, terdapat beberapa dampak positif yang ditimbulkan bagi guru dan siswanya, diantaranya;

BACA JUGA:

  1. Menjaga Penyebaran Virus Covid-19
    Tidak dipungkiri bahwa virus ini dapat menyebar dimana saja dan ke siapa saja, oleh karena itu dengan melakukan sekolah secara daring, diharapkan dapat menekan angka kasus penyebaran covid-19 di Indonesia. Tentunya, diimbangi dengan kehidupan masyarakat yang sehat dan mematuhi protokol kesehatan sehari-hari.
  2. Mudah Didokumentasikan
    Melihat kemudahan era digital ini membuat para siswa tidak perlu susah-susah mencatat di buku tulis lagi, mereka dapat dengan mudah mendapatkan file materi dari guru atau mendokumentasikannya dengan ponsel. Hal ini menjadi salah satu kemudahan dalam proses pembelajaran.
  3. Hemat Waktu dan Biaya
    Pembelajaran daring biasanya dilakukan secara cepat, mengingat pembelajaran tersebut hanya dilakukan di rumah, sehingga siswa tidak perlu mengeluarkan waktu banyak untuk bersiap-siap belajar, mengunjungi sekolah dan lain sebagainya. Pengeluaranpun akan bisa diminimalisisr dengan memakai quota bantuan dari pemerintah dan sekolah.

BACA JUGA:

“Sebenernya kalau sekolah online aku susah nangkep pelajaran, tapi karena guru selalu ngirim materi jadi ya belajar lagi biar paham,” ungkap Sandia, Senin (4/1).

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, termasuk kebijakan bersekolah daring. Namun, sebagai masyarakat yang baik, kita harus selalu mematuhi kebijakan yang berlaku demi kehidupan yang kembali normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here