Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy Menko PMK (kanan) saat di Gudang Bulog Kediri.

Kediri (Jatimsmart.id) – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, melakukan pengecekan ketersedian beras di Gudang Bulog Kediri, Sabtu (19/9). Selain bobot dan kualitas, Muhadjir ingin memastikan beras bansos ini sampai langsung ke tangan masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH).

Muhadjir Effendy datang ke Gudang Bulog di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri bersama Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, dan jajaran Pemerintahan Kabupaten Kediri. Muhadjir mengatakan, ada 4 aspek yang ingin dipastikan. Masing-masing ketersediaan, kualitas dan bobot beras serta proses distribusi.

“Disini tugas saya sebagai Menko PMK melakukan KSP namanya, apa yang saya lakukan ini untuk mengecek memantau apakah dalam kaitannya bantuan beras kepada penerima Program Keluarga Harapan itu. Yang pertama ketersediaan beras, di sini kita sudah kita cek insya allah barangnya sudah ada di gudang, jadi tidak lagi cari-cari,” kata Muhadjir, Sabtu (19/9). Muhadjir juga mengapresiasi, stok beras lokal yang ada ini sebagai langkah pemberdayaan petani di Kediri.

Yang kedua, lanjut mantan Menteri Pendidikan ini adalah kualitas beras. Sesuai dengan kesepakatan Presiden, beras yang diberikan harus beras yang baik dengan kualitas medium. “Tidak boleh beras asal-asalan. Jangan sampai terkesan ini beras sisa,” tegasnya.

Muhadjir juga tegas dalam kaitan bobot beras. Dalam pengecekan tersebut, ia menemukan beras bansos yang berisi kurang dari 15 Kilogram.

“Kalau kurang harus dibongkar lagi, sekalipun itu ukurannya hanya sedikit karena kalau sedikit dikalikan sekian goni jumlahnya juga banyak,” tegas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Yang keempat, yang tak kalah penting menurut Muhadjir adalah masalah distribusi. Ia ingin beras tersebut harus sampai ke tangan Keluarga Penerima Manfaat.

“Transporter tugasnya mendistribusikan sampai ke tangan KPM. Jadi KPM tidak perlu harus mengambil ke suatu tempat. Bahasanya, harus terdeliver, tersampaikan tidak hanya dikirim,” pungkasnya.

Itu untuk diketahui, program bansos beras 15 kilogram untuk KPM PKH di Jawa Timur ini akan segera dilakukan. Di Jawa Timur sendiri jumlah KPM PKH yang akan mendapatkan bansos beras ini sebanyak 1,7 juta KPM. Sementara di Kabupaten Kediri sebanyak 72.208 PKM, 8.674 PKM di Kota Kediri, dan 66.236 PKM di Kabupaten Nganjuk. Tiga wilayah tersebut merupakan jangkauan dari Bulog Kediri. (ydk/adv/kominfo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here