COVID-19
ilustrasi COVID-19. /suaracom.

Kediri (Jatimsmart.id) – Satu orang warga Kabupaten Kediri berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, Selasa (31/3). Ini membuat Pemerintah Kabupaten Kediri harus melakukan pemantauan terhadap keluarga pasien asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri tersebut, yang memiliki gejala mirip COVID-19.

“Pemantauan dilakukan oleh petugas, bagaimana kondisi kesehatannya. Isolasi di rumah itu otomatis terutama yang kontak terakhir,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib di Kediri, Selasa (31/3).

Menurut dr. Ahmad Khatib berdasarkan laporan yang masuk keluarga almarhum kondisinya baik. Petugas medis dari puskesmas juga terus memantau kesehatan dari keluarga almarhum.

Terkait dengan prosedur saat pemakaman, dr Ahmad mengatakan pemakaman dilakukan oleh tim khusus. Mereka juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

Saat pemakaman, ia mengatakan Muspika setempat serta polisi juga siaga di sekitar rumah almarhum. Petugas tidak menganjurkan warga untuk datang ke rumah duka, sehingga banyak pentakziah yang memilih langsung ke pemakaman.

Warga tetap menghormati kebijakan tersebut dengan mengikuti prosedur yang berlaku, mengingat almarhum dirawat di sebuah rumah sakit di Tulungagung dengan status sebagai PDP.

“Pemakaman untuk PDP dan yang terinfeksi COVID-19 positif prosedurnya sama, ada protokol untuk penyakit menular. Saat hendak pemakaman muspika melakukan advokasi ke masyarakat, jadi pentakziah tidak masuk ke rumah duka dan langsung ke makam. Yang mengubur pun juga dengan APD lengkap,” imbuh dr Ahmad Khatib.

Pihaknya mengatakan, sesuai dengan pengumuman Gubernur Jatim, seluruh kecamatan Kabupaten Kediri juga terus dipantau. Terlebih banyak pendatang yang baru kembali dari luar kota. Hingga kini, ada sekitar 2.400 pendatang yang dilaporkan telah masuk Kabupaten Kediri.

“Ini sudah ada sistem, jadi mulai tingkat RT, RW, perangkat desa lapor ke kecamatan lalu ke puskesmas. Warga pendatang ada sekitar 2.400 orang dan sebagian besar masih ada yang dalam pemantauan,” Pungkas dr Ahmad

Kendati ribuan warga dari luar Kabupaten Kediri sudah mulai banyak yang mudik, kondisi mereka juga masih banyak yang sehat. Sesuai dengan protokol, kesehatan mereka dipantau selama 14 hari. Jika selama 14 hari ternyata kondisinya tetap sehat, yang bersangkutan juga dinyatakan sehat.

Sementara itu berdasar data update Virus Corona di Kabupaten Kediri, berjumlah 7 orang. Dengan rincian 1 orang dinyatakan Konfirmasi COVID-19 dan telah meninggal dunia, 1 Orang PDP meninggal dunia, 1 orang konfirmasi COVID-19 masih dirawat, 1 orang PDP masih dirawat dan 3 orang PDP telah sembuh dan pulang kerumah. (ad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here