Kampung Coklat
Pintu 1 Kampung Coklat yang baru dibangun dengan gaya Eropa.

Blitar (Jatimsmart.id) – Wisata Edukasi Kampung Coklat, di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, berkembang pesat. Setahun terakhir, mereka mulai melakukan penjajakan kerjasama pemasaran produknya ke luar negeri. Diantaranya ke Asia, Eropa dan Timur Tengah.

“Diantaranya Singapura, Malaysia, Kamboja, Azrbaijan, Turki, Mesir dan Aljazair,” kata Kholid, pemilik Wisata Kampung Coklat.

Tak tanggung-tanggung, nilai ekspor hasil olahan coklat, sejauh ini mencapai sekitar Rp. 12 – 14 Miliar pertahun. Dengan 64 varian produk olahan coklat yang diproduksi internal KamCok, ditambah 125 produk UKM binaannya.

Selain itu, Kholid menjelaskan, awal berdiri 2014 lalu, KamCok hanya memiliki luasan 700 Meter Persegi dengan investasi Rp. 1 Miliar. Namun, kini berkat dukungan masyarakat sekitar serta Muspika dan Pemerintah Kabupaten Blitar, wisata ini bisa berkembang menjadi sekitar 4 hektar dan nilai investasinya yang mencapai Rp 50 miliar.

“Kampung Coklat juga bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 435 orang, termasuk puluhan UKM binaan yang bekerja sama memasok aneka olahan makanan berbahan dasar coklat,” jelasnya.

Terkait tingkat kunjungan wisata selama setahun terakhir, KamCok mencatat rata-rata kunjungan sekitar 100 – 150 ribu orang per bulan. Sementara kunjungan wisatawan asing setahun mencapai 200 orang.

“Sedangkan total wisatawan lokal bisa mencapai 1,5 juta orang per tahun,  puncak kunjungan wisata pada Desember – Januari dan pertengahan tahun,” tambah Kholid.

Dan untuk menyambut musim libur kali ini, Kampung Coklat membangun pintu 1, bergaya Eropa dan Timur Tengah. Pembangunannya menelan biaya Rp 3,5 Miliar.

“Semakin nyaman, tidak berdesakan dan bisa menikmati wisata bergaya Eropa dipadukan Tradisional Indonesia,”

Dari pintu 1 yang sengaja dibuat dengan arsitektur bergaya Eropa ini, pengunjung tetap akan merasakan sensasi tradisional Indonesia yang kental. Mulai dari aliran air dari sungai kecil yang diatasnya melintang jembatan kayu, juga dinding kayu di seluruh bangunannya. Sementara pepohonan kakao, semakin menguatkan suasana alam khas Indonesia yang asri dan hijau. (tok/ydk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here