Persik Kediri
Ibul (depan) dan Ari saat berselfie diatas truk dalam perjalanan menuju Palembang. (istimewa)

Kediri (Jatimsmart.id) – Bagi Khotibul Umam (29) dan Cahyo Ari (24) alias Barjo, mendukung langsung Persik Kediri saat berlaga, merupakan sebuah kebanggaan. Sekalipun, hal tersebut harus ditempuh melalui cara-cara ‘gila’ dengan menumpang truk atau kendaraan pengangkut barang lainnya. Seperti yang mereka lakukan ketika Macan Putih bermain di Palembang dalam babak 8 besar Liga 2 PSSI 2019 kemarin. Bagaimana cerita perjalanannya?

Waktu menunjukkan pukul 11.35. Bus PO. Setiawan bersiap berangkat menuju Bali dari garasinya di Jl. Kilisuci Kota Kediri. Kamis (21/11). Ibul panggilan akrab umam, dan Barjo pun siap, dengan barangnya yang tak begitu banyak. Maklum, jiwa backpacker tertanam di jiwanya. Mereka bersama Manajer Persik Kediri, Beny Kurniawan dan Media Officer, Canda Adi Surya yang akan menemani anak asuh Budiardjo Thalib di laga Semifinal, Jumat (22/11) di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Sebelumnya, Beny juga menemani dua suporter nekat ini kembali ke Kediri usai Macan Putih memastikan lolos ke Semifinal. Beny yang terenyuh dengan perjuangan itu kemudian menemaninya dengan menggunakan bus dari Palembang. Menempuh perjalanan hampir 30 jam, mantan wartawan ini sekaligus ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi suporter.

Hari ini, Beny membuat perjalanan mereka berbeda. “Rasanya aneh, enak nggandol (menumpang Truk), Mas. Tapi ini seneng, bisa bareng Pak Manajer (Beny Kurniawan),” kata Ibul, pria berambut gondrong dengan beberapa tindik di telinga kirinya itu.

Di kursi 22, tepat didepan Smooking Area, Ibul dan Barjo melanjutkan ceritanya pada kami, Jatimsmart.id yang turut dalam perjalanan ke Bali ini.

Kisah nekat itu ia awali dari Kabupaten Jombang, tempat tinggal Ibul. Hanya berbekal uang Rp. 50 ribu, ia pede (percaya diri) akan sampai di Palembang. Toh, ia yakin akan ada orang baik yang membantunya nanti.

“Truk pertama dari Jombang itu kita sampai di Caruban. Terus nyambung lagi,” kata Ari, Persik Mania dari Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini.

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan truk lain hingga ke Sragen, dan Tegal hingga ke Jakarta. “Tegal ke Jakarta alhamdulillah terusan. Kita tidur pokoknya gantian. Kalau tiba-tiba belok di gang kecil bisa repot,” imbuh pria yang kerap kali dipecat dari pekerjaannya karena memilih menyaksikan Persik bertandang.

Untuk pemilihan truk ia mengaku dengan mengamati plat nomor truk. Total 15 truk ia tumpangi secara estafet, sejak berangkat pada 10 November lalu. Mulai truk yang biasa digunakan untuk mengangkut sayuran, hingga truk pengangkut mobil.

Untuk sampai di Palembang mereka total menghabiskan 5 hari perjalanan. Rencananya molor, ia gagal mendukung Persik melawan PSMS Medan yang kala itu bermain imbang. Mereka baru tiba pada laga kedua, saat Macan Putih menumbangkan Persita Tangerang 1-0.

Selain nekat, perjalanan mereka nampaknya cukup romantis tapi menyedihkan. Bagaimana tidak, untuk menghemat biaya, mereka terkadang terpaksa harus makan sebungkus berdua, karena aksinya yang terkesan mustahil ini.

“Kadang kalau kebetulan ada teman atau saudara gitu kita mampir, makan. Kalau nggak ya sebungkus berdua. Yang penting minum sama rokok,” terang Ari.

“Sekali juga ngamen,” seloroh Ibul, suporter sejati yang sejak 2002 rajin datang ke Stadion Brawijaya.

Selain memanfaatkan saudara, hubungan baik antar suporter sepak bola di Tanah Air juga cukup membantu.

Sementara itu terkait kenekatannya, mereka kompak mengatakan sebagai kebanggaan. Hal ini pun rajin ia lakukan, terutama sejak berdirinya kelompok suporter Cyber Xtreme sebelum 2010. Laga di Jawa Timur hingga Jawa Tengah pernah ia datangi dengan cara backpacker ini.

“Kebanggan, Mas. Mendukung tim kebanggaan. Eman kalau nggak dateng,” kata Ari.

Persik Kediri
Ibul (kiri), Beny Kurniawan (tengah) dan Ari (kanan) sebelum berangkat ke Bali.

Ibul dan Ari yang menjadi saksi jatuh bangun Macan Putih, berharap besar Persik Kediri dapat kembali ke kasta tertinggi persepakbolaan Tanah Air. Laga Semifinal melawan Persiraja Banda Aceh nanti dapat menjadi pintu bagi Faris Adhitama dan kawan-kawan mewujudkan harapan itu.

“Semoga perjuangan kita nggak sia-sia, Mas. Saya dipecat udah sering, ini saja nggak tau nanti boleh kembali atau nggak,” harap Ari yang saat ini bekerja di proyek pemasangan tiang pancang.

Untuk diketahui, Persik Kediri lolos ke Semifinal Liga 2 setelah bermain imbang melawan Martapura FC di Grup B. Persik yang berhasil menyandang status Juara grup di fase penyisihan ini, mengoleksi 5 poin. Di bawah pemuncak klasemen Persita Tangerang dengan raihan 6 poin. (ydk/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here