sertifikat tanah
Warga membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan.

Kediri (Jatimsmart.id) – Puluhan warga Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri mendatangi Balai Desa setempat. Mereka hendak menagih sertifikat tanah mereka yang tak kunjung rampung, meski proses kepengurusan telah berjalan bertahun-tahun.

Dalam aksi ini, warga bergantian menyampaikan keluhan mereka melalui pengeras suara. Sebagai bentuk kekecewaan, warga juga membakar ban bekas di halaman Balai Desa.

Warga mengaku hingga kini, proses kepengurusan sertifikat tanah yang dititipkan melalui perangkat desa tersebut belum juga rampung. Padahal mereka telah membayar sejumlah uang, hingga puluhan juta berdasarkan luasan lahan.

“Ada yang telah mengajukan 3 tahun, 4 tahun. Ada juga yang sejak 2008. Sampai sekarang belum selesai,” kata Agus, Koordinator warga. Kamis (7/11).

Lebih lanjut, Agus mengaku telah mengeluarkan Rp. 10 juta untuk biaya pengurusan sertifikat tanahnya. Uang tersebut diserahkan melalui perangkat desa. Selain dirinya, warga lain bahkan hingga membayar Rp. 27 juta. Selain itu, warga juga mengeluhkan pelayanan Desa. Warga melihat Balai Desa kerap kosong.

Sertifikat Tanah
Warga bersitegang dengan Perangkat Desa yang menemui warga.

Menjawab tuntuan warga, Sekretaris Desa Sumbercangkring, Syamsul Alawi meminta maaf atas keterlambatan ini. Menurutnya ada beberapa kendala yang membuat lamanya proses kepengurusan tersebut.

“Dalam proses pengurusan sertifikat ini kan kebanyakan yang saya tau, yang masyarakat percayakan kepada perangkat, berangkatnya dari petok. Nah dari petok itu biasanya butuh waktu yang lama. Juga terkendala ahli waris yang kondisinya jauh,” katanya.

Lebih lanjut Alawi memberikan pilihan terhadap warga, menghentikan proses kepengurusan dan mengembalikan seluruh uang atau tetap melanjutkan proses yang saat ini tengah berlangsung. Dengan jaminan mempercepat proses tersebut. (ydk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here