rektor baru
aksi damai mahasiswa saat penyampaian visi misi calon rektor baru.

Kediri – Penyampaian Visi Misi calon Rektor baru Kampus Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, diwarnai aksi damai sejumlah mahasiswa. Senin (9/9). Para mahasiswa menuntut pihak yayasan untuk kembali melakukan evaluasi rekam jejak calon rektor.

Mereka melakukan aksi damai dengan membentangkan beberapa spanduk penolakan dan berorasi di halaman kampus utama. Diantaranya, menuliskan ‘Menolak Lupa 2015′ dan ‘Berduka atas hilangnya keadilan di kampus’.

Koordinator aksi, Ahmad Amirul Mukminin meminta sebagian calon rektor baru mundur dari pencalonan. Mengingat dari kelima calon rektor yang maju, tiga diantaranya memiliki catatan hitam.

“Harapan kami dari kelima calon itu, tiga diantaranya dicut saja. Tiga calon itu memiliki catatan hitam harusnya dicut langsung,” katanya

Mewakili suara mahasiswa, Amirul mengaku tidak ingin kejadian buruk seperti tahun 2015 terulang kembali. Menurutnya, masalah yang terjadi pada tahun 2015 di Kampus UNP silam diakibatkan oleh tiga calon yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai rektor.

“Harusnya mereka tau diri dan mengundurkan diri dari pencalonan rektor saat ini,” tegasnya.

Kejadian yang dimaksud, menurut Amirul adalah saat UNP memiliki masalah administrasi, yakni ratio tak sebanding antara dosen dan mahasiswa. Sehingga berbuntut hukuman untuk Universitas.

Sementara, Pimpinan Senat Kampus UNP, Sulistiono menjelaskan, pemilihan rektor saat ini sudah memasuki tahap dua penyampian visi misi.

“Hari ini masuk dalam tahap kedua, untuk tahap pertama sebenarnya sudah dimulai sejak 12 Agustus lalu. Setelah penyampaian visi misi ini nanti baru kita ajukan ke yayasan,” ucapnya.

Menurutnya, kewenangan penuh dalam seleksi rektor adalah yayasan. Sementara tuntutan mahasiswa saat melakukan aksi, itu merupakan ranah dan aspirasi mahasiswa, tapi pihaknya menegaskan senat tidak memiliki kewenangan terkait administrasi calon. Pasalnya, anggota senat hanya bertugas menyeleksi visi misi para calon.

“Kita terikat oleh aturan tertinggi di universitas. Jadi senat tidak memiliki kewenangan menyeleksi administrasi para calon. Kemudian setelah kita seleksi nanti kita kembalikan ke yayasan untuk memilih dan menentukan,” terang pria yang menjabat sebagai rektor UNP Kediri saat ini.

Sebanyak lima calon yang mendaftar dalam seleksi rektor Kampus UNP Kediri. Pertama, DR. Samari mantan Rektor UNP periode 2007-2015; kedua, Drs. Ichsanudin mantan wakil rektor 1 yang berakhir jabatan pada tahun 2015; Ketiga, Anas mantan wakil rektor 2 yang berakhir jabatan tahun 2015; keempat, DR. Atrup yang saat ini menjabat Kaprodi Magister Keguruan Olahraga; dan kelima, Dr. Zainal dengan jabatan saat ini wakil rektor 1 Kampus UNP Kediri. Dari kelima calon itu tiga calon yakni Samari, Ichsanudin dan Anas mendapat penolakan dari sejumlah mahasiswa. Sementara posisi rektor, nantinya akan ditentukan oleh yayasan. (ydk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here