eksekusi
Aksi dukungan warga sekitar obyek sengketa yang prihatin dengan kasus ayah dan anak ini.

Kediri – Konflik keluarga antara seorang ayah dengan anaknya di Kabupaten Kediri berakhir dengan eksekusi tanah dan bangunan, di Dusun Kolak, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Selasa (27/8). Pengosongan oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri ini diwarnai aksi dukungan dari warga setempat yang prihatin dengan kasus tersebut.

Kelompok warga yang mengatasnamakan Peduli Rakyat Kolak ini prihatin dengan konflik keluarga antara Yantoro (80), seorang ayah dengan anaknya Sudjono Yantoro yang berujung pada eksekusi ini. Mereka membentangkan spanduk dukungan di depan obyek sengketa.

Pengosongan rumah yang ditempati oleh Yantoro dan istrinya sekaligus bengkel seluas 6.000 meter persegi ini dilakukan setelah melalui persidangan dan berkekuatan hukum tetap. Dimana akhirnya konflik bapak dengan anaknya ini dimenangkan oleh Sudjono.

baca juga :

“Karena sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, (eksekusi) harus tetap kita laksanakan,”  kata Suhadak , Panitera Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri

Sementara itu menurut keluarga, konflik ini terjadi sejak 2015 lalu, dimana penggugat mengusir tergugat dari rumah yang dibeli dengan diatas namakan penggungat sebagai anak pertama. Proses hukum ditempuh, hingga puncaknya eksekusi ini.

“Ini tentu tidak manusiawi lah. Kita hidup di negara Pancasila, negara yang beragama, masak anak nggugat bapaknya. Kan ini keterlaluan,” kata Ulul Albab, perwakilan dari keluarga tergugat

eksekusi
pengosongan barang tergugat di obyek sengketa oleh para pekerja

Sementara pelaksanaan eksekusi sendiri berlangsung lancar dengan penjagaan puluhan anggota Sat Sabhara Polres Kediri dan pasukan Brimob. Saat eksekusi berlangsung, sebagian besar barang milik Yantoro telah dipindahkan. Termasuk sejumlah truk milik Yantoro. Sejumlah pekerja masih mengangkut sebagian barang yang tersisa. Sementara tergugat kini tinggal bersama dua anaknya yang lain.

“Sebagai bapak keluar dengan baik-baik, karena yang melawan anak. Bapak yang punya jiwa besar, mau mengalah dulu. Beliau sangat sayang sama anaknya,” pungkasnya. (ydk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here