Laga Persela Lamongan kontra Borneo FC Berakhir Ricuh
Laga Persela Lamongan kontra Borneo FC Berakhir Ricuh

Lamongan – Sejumlah insiden terjadi di akhir laga pekan ke-11 Liga 1 2019 yang mempertemukan Persela Lamongan kontra Borneo FC di Stadion Surajaya Lamongan, Senin malam (29/7) ratusan suporter persela mengejar wasit asal riau, Wawan Rapiko yang dinilai tidak tegas memimpin pertandingan.

Wawan meninggalkan lapangan setelah ratusan penonton merangsek masuk ke lapangan ketika pertandingan berakhir, sejumlah pemain persela mencoba menghadang penonton yang ingin mendekati wasit, namun banyaknya penonton membuat wasit berlari masuk ke ruang ganti.

Bahkan para pemain dan perangkat pertandingan sempat tertahan di Stadion Surajaya lamongan karena massa mengepung pintu keluar stadion.

Manajemen persela lamongan merasa dirugikan dengan keputusan wasit Wawan Rapiko yang memberikan penalti kepada Borneo FC di pengujung laga.

Yuhronur effendi, CEO persela lamongan mengatakan telah mempersiapkan bukti-bukti untuk mengajukan protes kepada PSSI, harapnya tentu saja komdis nanti bisa bersikap objektif.

Baca Juga : 150 Juta, Arema FC Kembali Disanksi Komdis PSSI

“Pihaknya sudah menyusun langkah sesuai prosedur kepada pemegang kebijakan kompetisi, persela juga akan menyertakan rekaman pertandingan sebagai bukti pengaduan ke komdis pssi dan meminta komdis untuk menilai secara objektif sesuai fakta yang terjadi di lapangan” ujarnya.

Tensi pertandingan pada malam itu memang berubah tinggi setelah kontroversi penalti yang diberikan oleh wasit Wawan Rapiko. kejadian ini menjadi penyebab utama munculnya protes dari kubu persela. Wasit wawan memberikan hukuman penalti pada persela setelah kiper Persela Dwi Kuswanto dianggap menanduk pemain Borneo FC.

Tendangan penalti ini sendiri baru bisa dilakukan sekitar 25 menit usai insiden tersebut karena munculnya protes dari dua kubu, pertandingan pun berjalan hingga mencapai 117 menit.

Setelah peluit panjang di bunyikan ratusan suporter persela mencoba merangsek masuk ke lapangan stadion surajaya dan mengejar wasit karena menganggap wasit bersikap tidak tegas dan berlaku curang. (jek/sam)

 

Baca Juga :

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here