Penampakan Bulan sebelum mengalami Gerhana Bulan Sebagian melalui teleskop, di Planetarium, Pelataran Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. (16/7/2019)
Penampakan Bulan sebelum mengalami Gerhana Bulan Sebagian melalui teleskop, di Planetarium, Pelataran Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. (16/7/2019)

Jatimsmart.id – Berdasarkan perhitungan astronomi bahwa pada hari Rabu, 17 Juli 2019, dinihari, di wilayah Indonesia akan mengalami Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Prosesnya mulai pukul 01:43:53 WIB dan berakhir pukul 07:17:36 WIB.

Fenomena ini dapat dilihat oleh masyarakat di Indonesia. Namun, tahapan gerhana yang relatif dapat mudah diamati adalah mulai pukul 03:01:43 WIB hingga pukul 05:59:39 WIB. Saat inilah Bulan masuk bayang-bayang utama (umbra) Bumi.

Wajah Bulan yang seharusnya fase purnama, sebagian menjadi gelap. Wajahnya di bagian tepi menjadi cekung. Fenomena gerhana bulan sebagian ini bisa diamati secara langsung oleh warga. Sebab, peristiwa GBS aman dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu binokuler (kèkeran) atau teleskop. Tidak berbahaya bagi kesehatan mata.

Namun, tatkala melihat dengan alat bantu optik dan mengamati Bulan ketika fase purnama tentu menyilaukan. Jadi, tidak pula disarankan berlama-lama menatapnya, terlebih saat cerah.

Bagi sebagian masyarakat, dampak silau terkadang membuat pusing. Fenomena GBS kali ini termasuk dalam seri Saros 139 (ke 21 dari total 79 kali pada seri tersebut; data lengkap baru mencapai 75 kali).

Dilansir pada laman EarthSky, pada malam 16-17 Juli 2019, sebagian besar dunia dapat menyaksikan sebagian gerhana bulan purnama. Ini akan menjadi yang terakhir kalinya bulan menyapu bayangan gelap umbral bumi sampai gerhana bulan total pada 26 Mei 2021. (ydk/sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here