Sobirin saat memproduksi kapal pinisi
Sobirin saat memproduksi kapal pinisi

Kediri – Seorang penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri, terkenal dengan usahanya yang menekuni pembuatan miniatur kapal pinisi berbahan dasar bambu.

Perajin itu bernama Sobirin. Pria asal Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten ini divonis mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun silam, akibat terjatuh dari pohon setinggi 7 meter. Namun, hal itu tak membuatnya menyerah begitu saja. Sobirin memilih pengobatan alternatif karena keterbatasan biaya, sembari mengikuti program pelatihan bagi para penyandang disabilitas di lingkungannya.

Pertemuannya dengan seorang teman sesama difabel asal Cirebon menjadi titik balik baginya untuk belajar membuat kerajinan miniatur kapal pinisi tersebut.

Awalnya Sobiri hanya mampu membuat bagian kapal yang terbilang mudah, seperti menggosok bahan bambu untuk kapal pinisi.

“Dulu saya belajar dari temen, mengikuti sekolah di Solo, Lembaga Disabilitas. Saya ketemu temen dari Cirebon saya belajar dari temen Cirebon itu. Waktu belajarnya dulu saya cuma lihat saja, karena penasaran buat kapal, saya pengen bisa, lama-lama mengikuti, mendekati teman, belajar, setelah pulang ke rumah baru bikin,” kata Sobirin di kediamannya (4/7/2019).

Siapa sangka, berkat tekad dan ketekunannya mendalami keterampilan tersebut, Sobirin kini mampu menciptakan puluhan buah miniatur kapal pinisi dari bahan bambu dengan berbagai ukuran dan bentuk.

Karyanya ini pun digemari oleh para wisatawan yang datang ke Kediri untuk menikmati berbagai obyek wisata seperti Monumen Simpang Lima Gumul dan Gunung Kelud .

Tidak hanya itu, Sobirin juga memamerkan hasil karyanya dalam berbagai ajang pameran produk UMKM di Kediri dan sekitarnya. Ia membandrol satu buah kapal pinisinya dengan kisaran harga Rp. 150.000 – Rp. 700.000. Harga itu disesuaikan dengan model dan besaran ukuran kapal.

Hasil karya Sobirin
Hasil karya Sobirin

Kerajinan miniatur kapal pinisi buatan Sobirin dinilai memiliki ciri khas tersendiri. Untuk bahan dasar bambu, Sobirin menggunakan bambu dari jenis jawa atau pring apus, karena memiliki kekuatan dan tekstur maupun warna yang berbeda.

“Kerajinan replika kapal pinisi terbuat dari bahan bambu, bahan bambu yang dierat tipis-tipis, lalu disatukan pake lem G,” ungkapnya.

Dalam proses pembuatannya, Sobirin hanya membutuhkan waktu 3 jam untuk menyelesaikan satu buah miniatur kapal pinisi.

Bagi Anda yang berminat miniatur kapal pinisi dari bambu karya Sobirin, bisa datang langsung ke rumahnya di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Atau menghubungi Sobirin di nomor 082131281361. (ydk/sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here