Kediri – Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, mendadak ramai. Ratusan masyarakat, termasuk dari Desa tetangga terus berdatangan sejak ditemukannya sebuah Arca Ganesha atau patung berbentuk Gajah itu, pada Sabtu 15 Juni 2019. Masyarakat mengaku penasaran atas temuan yang cukup mengejutkan tersebut.

Arca setinggi 33 Cm, lebar 19 Cm, dan tebal 13 Cm yang diduga sebagai peninggalan zaman Kerajaan ini ditemukan oleh Prianto (48) tukang gali sumur di sebuah lokasi penggalian septic tank milik warga, di areal pembangunan rumah baru yang masih dalam tahap pondasi.

 Prianto, Penemu Arca Ganesha
Prianto, Penemu Arca Ganesha

“Itu kan awalnya karena saya diminta untuk menggali tanah sebagai septic tank. Sebenarnya saya takut saat itu, padahal nggak biasanya, wong ini sudah kerjaan saya sehari-hari,” kata Prianto di lokasi.

 

Meski sempat ragu dan sangat ketakutan Prianto terus melanjutkan pekerjaannya. Ia terus menggali hingga kedalaman 1,2 – 2 Meter.

“Anehnya saat itu saya bekerja tidak berdasarkan perintah yang punya. Kayak ada perintah, untuk menggali bagian lain (arah berbeda) sampai akhirnya menemukan Arca ini,” imbuhnya.

Prianto menyadari temuannya itu saat cangkulnya mengenai bongkahan batu-bata kuno berukuran besar yang kemudian disusul Arca Ganesha tepat dibawah batu-bata.

Saat itu ia langsung menyampaikan temuan tersebut ke perangkat Desa yang diteruskan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri. Sementara ia langsung mengangkatnya dengan kondisi tangan dan tubuh gemetar.

Sementara itu terkait temuan tersebut, Eko Priyatno, Kasi Museum dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri mengatakan telah berkoordinasi dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan penelitian untuk memastikan keaslian temuan benda tersebut.

Warga ramai berdatangan ke lokasi temuan
Warga ramai berdatangan ke lokasi temuan

“Untuk keasliannya secara fisik itu asli Arca Ganesha ya. Kalau dari atribut-atributnya kemungkinan abad ke X sampai ke IX. Namun, kita tetap butuh kajian mendalam dari BPCB,”  katanya, Senin (17/6/2019)

Jika benar di abad itu, menurut Eko, merupakan zaman Kerajaan Kahuripan sampai Kadiri.

Saat ini, Arca tersebut diletakkan diatas beton bis dan disusun bersama batu-bata kuno. Warga memberinya rupa-rupa sesajian. Sementara garis polisi terpasang mengelilingi areal bangunan tersebut untuk mengamankannya. (ydk/sam)

 

Baca Juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here