Suasana saat para user datangi kantor pemasaran di Ruko Hayam Wuruk
Suasana saat para user datangi kantor pemasaran di Ruko Hayam Wuruk

Kediri – Belasan user Perumahan Griya Kwadungan Permai di Kabupaten Kediri mendatangi kantor pemasarannya di Ruko Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Selasa (19/3/2019). Mereka mempertanyakan pembangunan perumahan subsidi yang hingga kini tak kunjung dibangun.

Para user mengaku, telah membayar uang muka Rp 8 juta dan booking kapling Rp 1 juta kepada marketing Desember tahun lalu. Kini, Arif salah satu user memilih untuk membatalkan pemesan dan meminta uangnya dikembalikan setelah mengetahui para user lain mengalami hal serupa dengannya. Terlebih ada dugaan user ganda yang artinya, kapling telah dibooking, tetapi diduga dijual lagi oleh pihak pemasaran.

“Awalnya, saya diminta DP (down payment) Rp 5 juta dan booking kapling Rp 1 juta. Saya bayarkan pada Desember 2018 lalu. Kemudian saya dikasih berkas KPR dari Bank untuk dilengkapi. Kemudian, di bulan Januari, saya diminta tambahan DP Rp 3 juta. Jadi total uang yang saya setorkan Rp 9 juta,” ujar Arif.

Perumahan tipe 30 di blok D dijanjikan untuk Arif, pada akhir Januari 2019 lalu. Tetapi, hingga pertengahan Maret 2019 ini belum terealisasi.

“Saya meminta supaya dicancel. Tetapi, pihak pemasaran sempat menjanjikan lagi pada Juni 2019 mendatang akan direalisasikan, namun saya sudah tidak mau. Saya minta uang DP dan booking kapling sebesar Rp 9 juta dikembalikan,” tegas Arif.

Hari ini, Ada 14 orang user yang meminta pembatalan pemesanan. Tak ada toleransi dari para user Karena, janji pembangunan, belum kunjung terealisasi.

Berbeda dengan Arif, Novita, user lainnya mengaku ada ketidaksingkronan jumlah uang yang disetor ke marketing dengan ke pihak PT. Surya Arnida Utama, sebagai pengembang. “Saya setor Rp 12 juta, setelah saya crosscek di PT ternyata tidak penuh, hanya Rp 5 juta,” ungkap Novita.

Novita ikut membatalkan pemesanan perumahan di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu. Menurutnya, pengembang hanya mampu memberikan janji, tetapi tidak pernah terealisasi.

Dalam klarifikasi dengan pihak pemasaran, para user sepakat untuk membatalkan pemesanan. Dari jumlah user yang membatalkan, terkalkulasi kurang lebih Rp 160 juta. Tetapi pihak pemasaran belum sanggup untuk memenuhi tuntutan para user hari ini. Mereka meminta waktu pengembalian, pada Sabtu mendatang.

Aris, selaku arsitek perumahan ini mengakui, ada pembatalan pemesanan sebanyak 14 orang user. Pihaknya berjanji akan mengembalikan seluruh uang yang sudah disetor secara utuh.

“Akan kita kembalikan 100 persen, pada Sabtu mendatang dengan nilai total Rp 160 juta terhadap 14 orang user. Kenapa proyek pembangunan perumahan subsidi ini molor, karena persoalan perizinan yang berbelit-belit,” jawab Aris.

Aris juga mengakui, terjadi pembelian ganda. Hal tersebut terjadi karena ada dua tim pemasaran yang menawarkan kepada para konsumen. Sehingga datanya berbenturan. Tetapi, seluruh pemesan ganda sebanyak 9 orang tersebut sudah membatalkan pemesanan.

Untuk diketahui, pihak pengembang berencana membangun sebanyak 51 unit rumah di perumahan ini. Bangunan rumah untuk tipe 30 yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu atau subsidi pemerintah. Saat ini sudah sekitar 26 orang pemesan. Sementara 14 diantaranya menyatakan untuk membatalkan pemesanan. (ydk/sam)

 

Baca Juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here