Taufik Dwi Kusuma, Kuasa Hukum dua pemutilasi Budi Hartanto
Taufik Dwi Kusuma, Kuasa Hukum dua pemutilasi Budi Hartanto

Kediri – Kepolisian Polda Jawa Timur memperpanjang masa penahanan kedua pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto, guru honorer asal Kota Kediri yang jasadnya ditemukan tanpa kepala di sebuah koper hitam, tepat di bawah Jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, April lalu.

Hal tersebut dilakukan polisian untuk melengkapi bukti-bukti baru dan menggali lebih jauh keterangan saksi.

Koordinator tim Kuasa hukum tersangka, Taufiq Dwi Kusuma mengatakan, perpanjangan masa penahanan kedua ini dilakukan kepolisian, pada akhir Ramadan lalu.

“Terkait perkembangan kasus pembunuhan terhadap (Alm) Budi Hartanto, klien kami Saudara Aris dan Aziz masih dilakukan penambahan penahanan. Alasannya, perlu melengkapi bukti-bukti dan keterangan-keterangan saksi,” kata Taufiq Dwi Kusuma.

Sementara itu, Taufik juga menyebut adanya kemungkinan tersangka baru berdasarkan hasil rekonstruksi akhir April lalu.

Dalam rekonstruksi di sejumlah lokasi berbeda itu, yang dimulai dari sanggar tari CK Dancer di GOR Jayabaya milik korban, hingga rumah pelaku di Blitar diketahui adanya keterlibatan saudara salah satu tersangka yang turut serta menyembunyikan sepeda motor korban yang dibawa oleh pelaku. Saksi ini lah yang dimaksud berpotensi menjadi tersangka baru.

Namun, lebih lanjut menurut Taufiq, pria tersebut dalam melakukan upaya penyembunyian barang bukti itu tidaklah dilakukan secara langsung, melainkan perintah dan tekanan dari tersangka. Sehingga, ia merasa takut dan melakukan hal tersebut. Untuk itu ia berharap ada kebijaksanaan dari pihak kepolisian untuk mempertimbangkan keikutsertaan saudara tersangka itu.

Sementara itu terkait penerapan pasal, tambah Taufiq, kedua tersangka dijerat dengan pasal mengenai pembunuhan tanpa direncanakan. Menurutnya, tidak ada hal dalam rekonstruksi waktu itu yang menggambarkan adanya pembunuhan berencana tersebut.

Sebelumnya, jasad seorang guru honorer sekaligus guru tari di Kota Kediri ditemukan di dalam sebuah koper hitam, di bawah Jembatan, Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar dengan tubuh bagian kepala hilang.

Polisi kemudian menangkap kedua pelaku pembunuhan selang kurang dari dua pekan yang tak lain, teman dekat korban. (ydk/sam)

 

Baca Juga :

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here