Menengok Seperti Apa Fenomena Crop Circle Yang Viral di Kediri
Menengok Seperti Apa Fenomena Crop Circle Yang Viral di Kediri

Kediri – Fenomena ‘Crop Circle’ menghebohkan Jawa Timur. Terutama usai Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengunggah Crop Circle di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri melalui akun Instagram pribadinya.

Berdasar pantauan jatimsmart.id dilokasi. Kondisi Crop Circle masih dalam taraf persiapan launching. Persiapan yang dimaksud adalah, merawat tanaman, peremajaan hingga persiapan membangun gardu pandang.

Crop Circle ini berada di area persawahan dengan luas 2,1 hektar di wilayah Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, hasil karya kelompok tani (Poktan) Citarum Raharja 2.

Kepala Desa Kedungmalang, Edi Sumitro kepada jatimsmart.id mengatakan, konsep awal lokasi tersebut untuk rest area, namun dalam perkembangannya bekerjasama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Timur, untuk dijadikan lokasi wisata edukasi.

“Kami melihat peluang wisata karena desa kami berada di jalan strategis yang dilewati wisatawan yang akan menuju Kota Batu Malang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta. Dari beberapa masukan BPSB, rest area ini diberi daya tarik tambahan agar menambah perekonomian desa,” Ucap Edi. Selasa (11/06/19).

Menurut Edi, BPSB melihat ada potensi dari Desa Kedungmalang yang bisa diangkat dan ditampilkan menjadi sajian kepada pengunjung lokasi rest area. Potensi tersebut yakni pertanian Desa Kedungmalang yang cukup bagus dalam penguasaan teknologi pertanian

“Teknologi pertanian memang menjadi daya lebih kami karena desa kami ditempati Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Papar. Sehingga dengan dibantu para penyuluh, kami bergerak mengemas potensi tersebut dalam bentuk wisata edukasi pertanian. Di dalam wahana ini kami akan memberikan edukasi mengenai pengenalan berbagai macam varietas tanaman, cara budidaya, potensi pasar dan lain sebagainya,” Imbuh Edi.

Sementara menurut Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan. Dilokasi Crop Circle terdapat 9 varietas berbeda padi hibrida, 54 padi inbridda, 19 jagung hibrida, 8 varietas jagung manis, jagung pulut manis, jagung pulut ungu, 8 varietas kedelai, shorgum, 19 varietas melon, 17 varietas mentimun, dan 6 varietas bawang merah.

Juga ada 17 varietas semangka, strawberry, 10 varietas cabai, 9 tomat, 116 kacang panjang, 6 buncis, terong, kubis ungu, kubis sendok, sawi hijau, sawi sendok, bayam ungu, bayam hijau, bayam belang, okra, kemangi, labu botol, labu madu, labu jepang, parea, oyong, bunga marigold, bunga celosia, bunga matahari, dan bunga pacar air. Selain itu juga terdapat edukasi sapi dan kambing.

“Jadi ada berbagai macam varietas mulai dari padi, jagung, kedelai hingga tanaman semangka, bayam, bunga labu dan macam bunga, semuanya hasil bantuan dari propinsi Jawa Timur dan dibantu oleh kelompok tani desa,” jelas Krisna. (ad/sam)

 

Baca Juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here