Pengrajin mengebut pesanan kain tenun
Pengrajin mengebut pesanan kain tenun

Kediri – Ramadan menjadi berkah bagi para pengrajin kain tenun ikat bandar, di sentra kain tenun ikat, Bandar Kidul, Kota Kediri Jawa Timur. Saat ini, para pengrajin tengah mengebut pesanan, yang datang dari berbagai daerah. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, lebih dari 2000 potong yang harus diselesaikan sebelum lebaran tiba.

“Khusus yang pesanan untuk lebaran, sudah harus selesai di minggu ketiga ramadan. Biasanya untuk busana saat lebaran atau halal bihalal. Kan mereka nanti harus masuk jahitan dulu,” kata Yusna Qurrota’ayun, generasi Siti Ruqoyah, pemilik Medali Mas, salah satu yang membangkitkan nama kain tenun ikat Kota Kediri.

Selain itu, bersama 98 karyawannya, mereka juga harus menyelesaikan pesanan diluar penggunaan lebaran, seperti dari lembaga pendidikan maupun pemerintahan, termasuk mempersiapkan stok sebagai buah tangan yang biasa dicari para pemudik ketika lebaran nanti dengan menggunakan 45 alat tenun bukan mesin.

Pihaknya pun saat ini telah menyetop pesanan. Menurut Yusna, pesanan yang masuk kembali akan dilayani setelah selesainya lebaran atau konsumen dapat memilih kain dan hasil jadi yang saat ini hanya menyisakan beberapa stok saja di showromnya.

Sementara itu, tak ada kenaikan harga diramadan kali ini. Kenaikan harga terakhir terjadi sejak tahun lalu akibat kenaikan pajak impor benang sebesar 20 persen yang dibebankan pada pengrajin.

Kain tenun ikat bandar kidul kota kediri ini, ada sejak tahun 1950an. Sempat surut di tahun 1985 dan kembali berjaya hingga saat ini. Kini, di sentranya terdapat belasan pengrajin yang terus menciptakan motif dan kreasi baru. Tak hanya pakaian, kain tenun ini juga diaplikasikan pada sepatu dan tas.

“Kita selalu ciptakan motif baru. Bisa juga sesuai permintaan konsumen. Mereka pengennya apa, kita buatkan,” imbuhnya.

Beberapa motif kain tenun yang khas
Beberapa motif kain tenun yang khas

Motif dan bahan yang halus, membuat kain khas Kota Kediri ini banyak diminati konsumen. Di momen seperti saat ini, para konsumen umumnya mengenakannya untuk hari raya Idul Fitri, atau untuk bingkisan parcel yang dibagikan untuk sanak saudara atau karyawan dan kolega bagi perusahaan. (ydk/sam)

 

Baca Juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here