Imam Nahrawi /(setkab.go.id)
Imam Nahrawi /(setkab.go.id)

Kediri – Hingga kini Persik Kediri belum menerima bonus dan hadiah dari PSSI, kala keluar sebagai juara Liga III PSSI 2018 lalu. Macan Putih belum menerima sepeser pun atas haknya sebesar Rp. 300 juta dan hadiah untuk top skor Rp. 15 juta serta pemain terbaik Rp. 15 juta.

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, menyayangkan hal ini. Meski baru mengetahui persoalan tersebut, ia mengatakan PSSI wajib memberikan hak Persik Kediri.

“PSSI harus segera membayar, nggak boleh lagi ditunda,” kata Imam Nahrawi, saat ditemui usai menghadiri acara Program Talkshow yang dipandu oleh Najwa Shihab di Gor Jayabaya Kota Kediri, Minggu (24/3/2019) dinihari.

Hal ini seharusnya tidak terjadi, sebab jalannya kompetisi termasuk pemberian hadiah telah direncanakan sebelum liga bergulir oleh operator.

“jangan mengulangi kebiasaan lama yang buruk,” tegasnya.

Imam menilai finansial merupakan hal yang terpenting untuk manajemen mempersiapkan sebuah tim yang sehat. Sehingga bonus ini seharusnya mampu dimanfaatkan untuk tim tetap eksis.

Sebelumnya dalam pengenalan Pelatih dan Apparel untuk Liga 2 musim ini, manajemen Macan Putih mengatakan Bonus dan hadiah tersebut seharusnya sudah dibayarkan oleh PSSI. Tetapi, Beni sang manager mengaku, belum ada kepastian pembayaran. Dirinya juga tidak mengetahui, penyebab molornya pelunasan tunggakan tersebut.

“Beberapa orang pengurus, selain saya sudah menghubungi PSSI untuk menanyakan masalah bonus itu. Tetapi mereka (PSSI, red) jawabannya hanya meminta sabar,” kata Manager Persik Kediri, Beni Kurniawan, Jumat (22/3/2019).

Ada dugaan molornya tunggakan bonus dan hadiah itu berkaitan dengan kemelut yang terjadi di PSSI. “Yang jelas kita hanya disuruh untuk bersabar,”

Sebagaimana diketahui, Persik Kediri berhasil menjadi juara Liga III Nasional musim lalu. Selain menggenggam trofi, Squad Macan Putih juga memborong sederetan gelar lain. Bomber mereka Septian Satria Bagaskara mencatatkan diri sebagai top skor, Galih Akbar Febriawan dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Sementara bagi Tim Persik, Persik ditetapkan sebagai Tim paling Fair Play selama perhelatan kompetisi. (ydk/sam)

 

Baca Juga :

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here