Nyincing Daster Club, Bacakan Puisi di Malam Minggu Merah Jambu

0

Kediri – Sukses dalam peluncuran buku Syak Merah Jambu di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, Nyincing Daster Club (NDC) kembali menggelar konser mini di Kota Kediri. Malam pembacaan karya puisi dari para punggawanya ini berlangsung meriah, dengan antusiasme penonton yang luar biasa.

 

Gusti Hasta membuka Malam Minggu Merah Jambu ini dengan apik. Puisi berjudul “Memesan Rumah” mampu ia bawakan dengan penuh penghayatan.

Malam Minggu Merah Jambu “Menyeduh Cinta Tanpa Gula” tersebut digelar di halaman Sk Coffee Lab di Perum Perhutani No. 39B Jl. PK. Bangsa Kota Kediri. Sabtu (24/11/2018)

Dalam konser mini tersebut satu persatu para dasters (panggilan para anggotanya) membacakan cerpen dan puisi di buku Syak Merah Jambu hasil karya mereka dengan menggabungkan musik dan teater. Masing-masing Vika Aditya, Susi Haryani, Geriel Farah, Galuh Sitra, Gusti Hasta Dan Endro Gusmoro serta Irza Khurun’in yang terpaksa absen malam itu, karena suatu hal.

Mereka membacakannya dengan pembawaan karakter masing-masing. Lembut penuh penghayatan hingga penuh emosi seperti Geriel Farah dengan puisinya yang berjudul “Sebagaimana”. Dengan membawa secangkir kopi, gadis asli Kediri ini membacakan puisi sarkas tentang bagaimana wanita diperlakukan. Tak kalah menarik, Ferry Syilviana Feronica istri Walikota Kota Kediri Abdullah Abu Bakar turut membacakan puisi di buku Syak Merah Jambu, “pada pemilik pertanyaan, kamu kangen ya?” begitu Bunda Fey (panggilan akrabnya) membaca karya Susi Haryani yang mengangkat persoalan cinta.

Bunda Fey dalam pembacaan puisi malam minggu merah jambu
Bunda Fey dalam pembacaan puisi malam minggu merah jambu

Nyincing Daster Club (NDC) sendiri beranggotakan tujuh orang, dari berbagai daerah dan latar belakang yang berbeda dengan komitmen sama, untuk meningkatkan budaya literasi yang masih cukup rendah. Menurut Susi Haryani salah satu anggota NDC dari Jakarta, mereka lahir dari keresahan terhadap kurangnya minat baca masyarakat. Terlebih pada derasnya arus globalisasi ini.

“kita bertujuh pernah berfikir mungkin ketika buku itu kita bacakan, kita musikalisasikan, kita monologkan orang akan berfikir, oooo.. ternyata buku itu menyenangkan yaa, bagus juga ya, sehingga harapan kita dengan mereka menyaksikan ini akan suka membaca buku” terangnya

Kenapa Nyincing Daster Club? menurut Susi, ini merupakan selorohan di group mereka ketika deadline menulis yang mereka tetapkan dua minggu sekali. “aduh sebentar kita nyincing daster dulu”

Malam minggu merah jambu
Malam minggu merah jambu

Namun lebih jauh, makna Nyincing Daster tersebut adalah untuk semangat mereka. Nyincing; Mengangkat dalam bahasa jawa, Daster; Darling Sister, panggilan saudara perempuan. “Sehingga artinya sebagai saudara perempuan yang saling mengangkat dan menjunjung satu sama lain” tandas Susi.

 

 

Syak Merah Jambu sendiri mengandung makna, Syak; mewakili kegundahan, Merah Jambu; mewakili kaum perempuan yang merupakan bentuk dari sebuah pengalaman batin yang dirasakan kaum perempuan. Sementara dalam bukunya  berisi beragam tema, dari yang serius hingga menggelitik, dalam hal cinta maupun kehidupan sosial.

Di antaranya, ada tema jatuh cinta tiba tiba, memelihara ingatan, siapa aku fall on love with the people i cant have, surat rindu, 1998, tiga hal bodoh yang tak akan pernah kusesali dan tiga hal yang mudah membuatku menangis. Melalui metode tulisan tematik ini, pembaca akan disuguhi pengalaman hidup penulis dalam setiap tema. (ydk/sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here